Terkini.id- Jakarta. Bom dengan berat 35 kg ditemukan di kaki Gunung Ciremai, Majalengka, Jawa Barat. Bom ini berupa bahan peledak dengan jenis TATP atau dikenal dengan ‘mother of satan’.
Pengakuan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim Densus 88 AT Polri dan gabungan Polda Jawa Barat serta Polres Majalengka dengan mengecek ke lokasi.
“Berdasarkan keterangan Imam Mulyana pada hari Jumat 1 Oktober 2021, tim Densus 88 AT Polri bersama dengan tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jabar, Inafis Polres Majalengka, tim Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul mengawal napi teroris Imam Mulyana melakukan pencarian. Seluruh tim membelah hutan yang lebat dengan rute yang tidak lazim selama berhari-hari," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan, yang dilansir dari detikcom.

Setelah penyusuran di lokasi, petugas akhirnya menemukan 'Mother of Satan' itu di ketinggian 1.450 mdpl. Bahan peledak ini disimpan di sebuah gua kecil di kaki Gunung Ciremai.
"Tim pada akhirnya menemukan bahan peledak berupa TATP sebanyak 35 kg itu di ketinggian 1.450 mdpl di sebuah lokasi tersembunyi dan sulit untuk dijangkau, di seputaran Desa Bantar Agung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat," sambungnya.
Lebih lanjut Ramadhan menjelaskan bahwa 35 kg bom TATP ini disimpan di wadah yang berbeda. 10 kg TATP murni disimpan di sebuah stoples, 250 ml gotri (besi bulat berukuran kecil) disimpan di botol plastik, TATP murni dan C1 disimpan di empat wadah plastik, serta setengah botol air minum besar berisi TATP murni yang telah berubah warna.
Alhasil, bom TATP itu langsung dimusnahkan di sekitar lokasi penemuan.
"Selanjutnya Tim Jibom Brimob Polda Jabar melakukan tindakan pemusnahan (disposal) terhadap bahan peledak tersebut di sekitar lokasi penemuan. Dari hasil pemusnahan itu, diketahui ternyata bahan peledak tersebut masih menghasilkan efek ledakan yang dahsyat," papar Ramadhan.
Ledakan 500 gram TATP yang dimusnahkan di atas tanah mengakibatkan lubang dengan diameter sekitar 1 meter dengan kedalaman 20 cm. Adapun pemusnahan lainnya juga menimbulkan getaran hebat, lubang di permukaan tanah, pecahan batu, hingga tanah longsor.
"Sebagian sisa TATP saat ini diamankan untuk barang bukti sekitar 3 per 4 botol air mineral ukuran 1,5 liter dan disimpan oleh tim Jibom Brimob Polda Jabar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut," imbuhnya.










