Warga Makassar Resah, Jalan Rusak Bekas Galian Proyek IPAL Losari di Jalan Mappaodang Telan Korban

Warga Makassar Resah, Jalan Rusak Bekas Galian Proyek IPAL Losari di Jalan Mappaodang Telan Korban

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Warga Makassar mengeluhkan jalan rusak akibat bekas galian proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Losari.

Proyek tersebut terjadi di enam kecamatan yakni Makassar, Tamalate, Mamajang, Mariso, Ujung Pandang, dan Wajo.

Salah satunya berada di Jalan Mappaodang, Kecamatan Tamalate. Pasalnya, hampir setiap pekan terjadi kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa.

Terbaru, seorang anak berusia 5 tahun menjadi korban tabrakan. Bahkan, para korban kecelakaan itu umumnya adalah para anak.

Sebab itu mesti ada langkah nyata dari pemerintah untuk menekan angka kecelakaan akibat jalan rusak.

“Untuk itu kami meminta perhatian serius dari pemerintah agar tidak ada lagi korban jiwa,” tegas Risal, warga setempat, Senin, 16 Agustus 2021.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan sementara kecelakaan dan kemacetan terus terjadi sepanjang hari.

Ia meminta langkah cepat dari pemerintah untuk segera melakukan perbaikan.

Basri, salah satu pengendara yang selalu lewat di Jalan Mappaodang saat berangkat kerja mengaku debu yang beterbangan di jalan tersebut menjadi makanan sehari-hari.

"Mata selalu merah sebelum sampai ke kantor karena debu. Saya beberapa kali hampir jatuh, jalannya juga kan jadi rusak," ungkapnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Hamka mengatakan jalan berlubang akibat bekas galian pipa menjadi tanggung jawab kontraktor.

Menurut Hamka, pihak PU kerap kali melakukan rapat koordinasi bersama pihak kontraktor proyek tersebut, agar dapat memperhatikan kondisi jalan jangan sampai membahayakan pengendara.

"Memang, dia (kontraktor) tidak langsung aspal atau beton. Makanya ada biasa kita lihat cuma di paving, tapi itu cuma sementara," kata Hamka.

Pembangunan IPAL Losari diketahui adalah proyek multiyears dari Balai Sarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Direktorat Cipta Karya Kementrian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diketahui, Proyek tersebut menelan anggaran hingga Rp1 triliun. Jika tidak ada kendala, proyek ini ditargetkan rampung 2022 mendatang.