Terkini.id, Kabul - Warga kabur selamatkan diri pasca Taliban kepung kota Afghanistan. Pasca kelompok bersenjata Taliban menyerang dan mengepung salah satu kota di daerah selatan, Lashkar Gah pada Selasa 3 Agustus 2021, dilaporkan sejumlah warga Afghanistan menyelamatkan diri.
Seorang warga, Saleh Mohammad mengatakan ratusan keluarga sudah keluar dari daerah kecamuk perang itu. Kendati demikian, sebagian penduduk lainnya masih terkepung baku tembak antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan di sana.
“Tidak mungkin bisa keluar dari area itu karena baku tembak masih berlangsung. Tidak ada jaminan kami tidak akan tertembak di tengah jalan. Pemerintah dan Taliban menghancurkan kami,” ungkap Mohammad kepada AFP via CNNIndonesia, Rabu 4 Agustus 2021.
Mohammad mengatakan, aksi baku tembak tersebut sudah berlangsung sejak Senin 2 Agustus 2021 pagi. Tentara Afghanistan juga memerintahkan warga untuk keluar dari daerah itu, tetapi tidak semua dapat meninggalkan rumah begitu saja, seperti yang dialami keluarga Halim Karimi.
“Keluarga yang berkecukupan dan punya mobil sudah kabur lebih dulu. Keluarga yang tidak bisa meninggalkan rumahnya diminta untuk tetap berada di dalam rumah, seperti kami,” kata Karimi.
“Kami tidak tahu harus kemana atau bagaimana caranya kabur. Kami lahir untuk mati,” imbuhnya dengan putus asa.
Namun, tentara Afghanistan mulai mendesak warga untuk keluar rumah ketika serangan Taliban mulai parah. Taliban sudah menguasai kantor-kantor radio dan televisi, bahkan masuk ke rumah-rumah warga.
“Tolong pergi secepatnya, sehingga kami dapat memulai operasi. Saya tahu sangat sulit meninggalkan rumah. Ini semua juga sulit bagi kami, tetapi jika kalian tidak pergi dalam beberapa hari, mohon maafkan kami,” beber Komandan Korps Tentara Afghanistan di wilayah itu, Sami Sadat.
Sementara Lashkar Gah sudah terkepung, Afghanistan pun spontan melancarkan serangan baru di ibu kota negara itu, Kabul pada Selasa 3 Agustus 2021 malam.
Rangkaian serangan itu dimulai dengan ledakan bom di dekat rumah Menteri Pertahanan Afghanistan, Mohammadi pada malam hari.
Kurang dari dua jam setelah bom meledak, terdengar ledakan besar lain yang diikuti dengan sejumlah dentuman lebih kecil, juga beberapa tembakan di lokasi serupa.
Selain itu, sejumlah orang juga dilaporkan masuk ke dalam rumah seorang anggota parlemen. Mereka kemudian menembaki rumah Mohammadi dari kediaman anggota parlemen itu.
“Sejumlah anggota parlemen sedang rapat di rumah itu untuk menyusun rencana melawan Taliban di wilayah utara negara,” ungkap seorang sumber kepada AFP.
Taliban memang terus menggencarkan serangannya setelah Amerika Serikat (AS) dan NATO menyatakan menarik pasukannya dari Afghanistan.
Mereka bahkan mengklaim sudah menguasai 90 persen wilayah Afghanistan. Akan tetapi, pemerintah sah Afghanistan bersumpah akan merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai Taliban itu.










