Wacana Pembatasan Pembelian Pertalite Mencuat, Ini Alasannya

Wacana Pembatasan Pembelian Pertalite Mencuat, Ini Alasannya

Yulneidi Nurwansyah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Wacana pembatasan pembelian Pertalite kini sedang mencuat mengingat disparitas harga BBM non subsidi dan juga harga minyak mentah yang terus menguat.

Ferdy Hasiman selaku pengamat energi dan juga peneliti tambang pada Alpha Research Database mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut harus didukung jika memang benar-benar terjadi. Dirinya bahkan mengharapkan bahwa kebijakan tersebut segera diberlakukan oleh pemerintah.

“Memang harus ada pembatas, karena akan banyak sekali penyalahgunaan yang terjadi di lapangan,” ungkapnya memberikan keterangan dikutip dari IDXChannel.com, Rabu 1 Juni 2022.

Ferdy Hasiman menuturkan bahwa adanya pembatasan pembelian Pertalite juga bisa menurunkan risiko kerugian yang akan diderita Pertamina. Dirinya mendukung jika peraturan ini bukan hanya sebatas di atas kertas saja namun harus benar-benar diterapkan.

“Karena banyak sekali peraturan-peraturan mengenai pendistribusian BBM subsidi tapi nyatanya di lapangan banyak kecurangan-kecurangan,” ungkapnya.

Indikasi kecurangan penyalahgunaan BBM telah banyak terjadi dan dibiarkan begitu saja tanpa adanya hukuman dan sanksi yang tegas.

“Ini menunjukkan bahwa monitoring dari pertamina dan pemerintah sangat lemah,” imbuhnya.

Di lain pihak, Bhima Yudhistira selaku Direktur CELIOS menuturkan bahwa pembatasan pembelian Pertalite bukan hanya disebabkan oleh minyak mentah yang naik, namun juga akibat pergeseran konsumen Pertamax yang beralih ke Pertalite akibat adanya kenaikan harga.

Dirinya menambahkan bahwa relokasi anggaran masih bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengakali selisih harga dan subsidi Pertalite.