Viral Ibu-ibu Joget dan Melanggar PPKM, Kapal Wisata Phinisi di Losari Terancam Stop Operasi

Viral Ibu-ibu Joget dan Melanggar PPKM, Kapal Wisata Phinisi di Losari Terancam Stop Operasi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Kapal wisata Phinisi yang jadi ikon di Pantai Losari, dan berlayar di sekitar perairan spermonde Makassar terancam tak beroperasi lantaran pengunjung lalai menerapkan standar protokol kesehatan pada saat event 'Sunset Sailing' pekan lalu.

Seperti diketahui, sebelumnya ramai di media sosial sejumlah pengguna kapal wisata Phinisi Pantai Losari terekam kamera berjoget di atas kapal tersebut.

Mereka bahkan terlihat tidak memakai masker, dan luput dari pengawasan petugas.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan Hendra Nick Arthur mengaku prihatin dengan kondisi ini karena kelalaian pengunjung yang tidak mengindahkan standar protokol kesehatan yang telah diterapkan pengelola kapal edukasi budaya itu.

Viral Ibu-ibu Joget dan Melanggar PPKM, Kapal Wisata Phinisi di Losari Terancam Stop Operasi

"Tidak mungkin pak Wali Kota Makassar mengajak pak Menteri Pariwisata Sandiaga Uno naik ke pinisi itu, kalau standar CHSE (Clean, Health, Savety dan Environement) dari Kementerian tidak terpenuhi. Memang warga kita susah diberikan pemahaman. Kalau ini terus berlanjut. Icon kebanggaan Kota Makassar akan punah," keluh Hendra.

Hendra yang juga aktif sebagai Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan ini menilai keunikan aktifitas warga yang berada di kapal pinisi ini menjadi sorotan media mainstream dan penggiat akun sosmed sulit dihindari sehingga isu prokes cepat sekali menyebar dan viral di masyarakat.

"Aktifitas pelanggaran prokes ini memang menarik bagi penggiat konten sosmed dan kalangan media mainstream. Wajar saja kalo kalau aktifitas pengunjung viral. Hanya saja pelanggaran prokesnya yang jadi sorotan," keluhnya.

Dia berharap pemerintah kota Makassar bisa memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa icon kebanggaan Kota Makassar tidak menjadi tumbal akibat permasalahan prokes yang hampir terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar.

"Kita harus memberikan edukasi ke masyarakat bahwa menjaga icon daerah juga penting. Meski kita tidak pungkiri pelanggaran prokes juga penting di terapkan pemda setempat," ucap dia.

Kasus prokes di kapal edukasi warga kota Makassar ini, lanjut dia sebaiknya bisa memberikan pelajaran berharga bagi warga kota termasuk pengelola agar lebih memperketat penerapan protokol kesehatan.

Sebelumnya Pengelola Kapal Wisata Pinisi di Kota Makassar angkat bicara soal heboh ibu-ibu berjoget-ria hingga tidak memakai masker. Pengelola menyebut aksi joget itu dipicu kelalaian tamu kapal wisata.

"Bahwa kondisi itu kelalaian pada tamu kami," ucap Pengelola Pinisi Achmad Zulkarnaen Zaenal saat menyampaikan klarifikasi tertulis seperti dilansir detikcom.

Zulkarnaen mengatakan pihaknya sebagai pengelola kapal pinisi sebenarnya sudah menerapkan prokes secara ketat. Pengelola juga sudah mengedukasi ibu-ibu yang menjadi tamu di kapal wisata pinisi pada saat itu.

"Jadi kami sudah melakukan prokes yang ketat, sebelum naik (tamu) kita edukasi COVID terlebih dahulu, setiap 25 menit kita menyampaikan untuk mengingatkan tetap menjaga prokes selama berada di pinisi," ucap Zulkarnaen.

Karena adanya edukasi itulah pengelola menuding para tamu pinisi lalai. Aksi joget-ria tak bermasker tersebut juga diklaim di luar rencana alias tak diduga sebelumnya oleh pengelola.

"Dikarenakan selesai makan dan spontanitas melakukan gerakan mengikuti irama musik ketika perjalanan pulang dan hendak sampai di Dermaga," ungkap Zulkarnaen.