Utang Indonesia Semakin Bengkak, PKS Khawatir: Siapapun yang Terpilih di 2024, Akan Mewarisi Beban Utang yang Begitu Besar

Utang Indonesia Semakin Bengkak, PKS Khawatir: Siapapun yang Terpilih di 2024, Akan Mewarisi Beban Utang yang Begitu Besar

Muh Ikhsan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu, menyoroti utang Indonesia yang semakin membengkak.

Selama era Presiden Joko Widodo, tercatat per September 2021 telah mencapai angka fantastis yaitu Rp 6.711 triliun.

Bahkan, merujuk pada analisis ekonom, diperkirakan Pemerintah Joko Widodo akan mewariskan utang negara hingga mencapai angka Rp 10.000 triliun di akhir tahun 2024 nanti.

“Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang lebih dari 7 ribu triliun,” ujar Ahmad Syaikhu dalam pidato kebangsaan akhir tahun 2021 sebagaimana dikutip dari Rmol.id pada Jumat 31 Desember 2021.

Syaikhu menyebut, siapapun yang kelak terpilih sebagai presiden pada Pemilu 2024, maka dia akan menanggung beban utang yang diwariskan oleh pemerintah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Siapa pun pemimpin yang akan terpilih nanti di 2024, maka mereka akan mewarisi beban utang yang begitu besar,” terangnya.

Menurutnya, akibat dari jumlah utang negara yang besar tersebut justru akan menjadi pengmbat bagi proses pembangunan nasional di masa yang akan datang.

Padahal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam laporannya berulang kali telah memberi peringatan bahwa kondisi utang negara sangat rentan melampaui seluruh standar yang ditetapkan lembaga-lembaga internasional.

Resiko keuangan negara kita semakin rawan jika ada gejolak krisi ekonomi yang menimpa Indonesia. Maka, APBN sebagai bantalan fiskal akan menjadi rapuh dan lemah.