Transformasi Ekonomi: Dorongan Penerbitan Perda untuk Ekonomi Syariah di Sulawesi Selatan

Transformasi Ekonomi: Dorongan Penerbitan Perda untuk Ekonomi Syariah di Sulawesi Selatan

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar – Pengembangan ekonomi syariah di Sulawesi Selatan (Sulsel) dianggap memerlukan landasan hukum yang jelas dari pemerintah untuk memastikan implementasinya yang terarah.

Ekonom Universitas Hasanuddin Andi M Nur Bau Massepe, mendorong pemerintah setempat untuk segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur percepatan ekonomi dan keuangan syariah, sebagai upaya untuk menciptakan sumber ekonomi baru bagi wilayah tersebut.

Menurut Andi M Nur, sektor pariwisata dan kuliner bisa menjadi fokus utama dalam pengembangan ekonomi syariah di Sulsel, mengingat keunggulan yang dimiliki oleh wilayah tersebut dalam kedua sektor tersebut.

Dalam konteks kuliner, Sulsel yang kaya akan produk daging perlu mulai menerapkan prinsip syariah dari proses pemotongan hingga penjualan. Hal ini termasuk memastikan bahwa daging dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang telah bersertifikasi halal, serta memberi label sertifikasi halal pada produk makanan.

"Pemerintah perlu turut serta dalam implementasi ini dengan menyediakan RPH yang bersertifikasi halal dan memfasilitasi UMKM untuk memperoleh sertifikasi halal untuk produk makanan mereka," ungkapnya.

Di sektor pariwisata, ia menilai bahwa penerapan prinsip syariah akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi Sulsel. Dengan mengatur regulasi yang tepat, pariwisata di wilayah tersebut dapat menerapkan prinsip syariah, yang pada gilirannya akan menarik wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara Muslim.

Dia mencontohkan Thailand sebagai negara yang telah menerapkan ekonomi syariah dalam sektor pariwisatanya dengan sukses. Langkah-langkah seperti menyediakan kawasan halal dan memberi label sertifikasi halal pada fasilitas kuliner telah menarik banyak wisatawan, termasuk dari Timur Tengah.

Dia percaya bahwa Indonesia, khususnya Sulsel, memiliki potensi yang sama, terutama dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam.

"Ini akan meningkatkan kepercayaan terhadap fasilitas pariwisata di Sulsel dan merangsang pertumbuhan jumlah wisatawan," paparnya.