Seorang warga yang menjadi korban kebakaran, Muliati (57), mengungkapkan kesedihannya.
"Semua barang-barang kami hangus, tidak ada yang tersisa. Kami hanya bisa menyelamatkan diri saja. Sekarang kami harus tinggal di penampungan sampai ada bantuan lebih lanjut," katanya sambil menahan air mata.
Pemulihan bagi warga terdampak kebakaran di Bontoala diperkirakan akan memakan waktu. Pemerintah setempat berjanji untuk segera menyalurkan bantuan, termasuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi para korban yang rumahnya hancur akibat kebakaran ini.
Polisi Imbau Warga Jaga Kondisi Emosional
Kasus kebakaran ini menjadi peringatan bagi warga Makassar, terutama dalam menghadapi masalah rumah tangga atau persoalan emosional lainnya. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak gegabah atau terprovokasi oleh emosi, terutama jika hal tersebut dapat mengakibatkan kerugian besar bagi banyak orang.
"Jangan biarkan masalah pribadi merugikan orang lain. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kondisi emosional dan berpikir rasional dalam menghadapi setiap masalah," pungkas Jamaluddin.










