Api yang awalnya dinyalakan di depan rumah mertuanya segera menjalar ke rumah-rumah lain di sekitarnya. Kawasan Jalan Laiya yang padat penduduk membuat api cepat meluas, hingga menghanguskan 33 rumah warga.
"Kawasan ini memang merupakan daerah yang sangat padat penduduk, sehingga api dengan cepat menyebar dari satu rumah ke rumah lainnya. Tim pemadam kebakaran berusaha keras untuk memadamkan api, namun sayangnya, sebagian besar rumah telah hangus terbakar," terang Jamaluddin.
Menurut keterangan warga, api mulai membesar sekitar pukul 4 pagi, dan kepulan asap tebal membumbung tinggi di atas permukiman. Warga sekitar panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang mereka, namun banyak di antara mereka yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka akibat cepatnya kobaran api.
Pihak pemadam kebakaran yang diterjunkan ke lokasi membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengendalikan api. Hingga siang hari, sebagian besar rumah yang terkena dampak kebakaran telah rata dengan tanah, menyisakan puing-puing bangunan yang hangus.
Tersangka Ditangkap, Polisi Lakukan Penyelidikan
Setelah melakukan penyelidikan, aparat Resmob Polda Sulsel akhirnya menangkap Muh Rijal pada Senin malam, beberapa jam setelah kebakaran terjadi. Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Bontoala untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Iya, tadi malam pelaku sudah kami tangkap. Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait motif dan kronologi kejadian ini. Berdasarkan pengakuan awal, pelaku melakukan pembakaran sebagai tindakan emosional karena cemburu," jelas Jamaluddin.
Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran tersebut benar-benar disengaja dengan niat untuk menyebabkan kerusakan sebesar itu, atau hanya akibat kelalaian pelaku yang tidak menyadari potensi bahaya dari tindakannya.
Duka Warga, Kehilangan Tempat Tinggal
Peristiwa kebakaran ini membawa duka mendalam bagi puluhan warga yang kehilangan tempat tinggal. Banyak dari mereka harus mengungsi dan tinggal di tempat penampungan sementara yang disediakan oleh pihak pemerintah setempat. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar mulai disalurkan kepada korban yang terdampak kebakaran.










