Namun, Robert Rene Alberts, pelatih PSM saat itu, tetap yakin dengan Pluim dan mempertahankannya untuk musim baru Liga 1 2017, bahkan ketika beberapa pemain asing lainnya dilepas.
Kepercayaan itu dibayar dengan penampilan yang gemilang dari Pluim di lini tengah PSM. Kemampuannya yang luar biasa dalam mengontrol bola dan mengolah permainan membuatnya menjadi favorit para fans.
Hasilnya, manajemen memberikan kontrak jangka panjang kepada Pluim hingga musim 2024.
Meskipun PSM sering mengganti pelatih, mulai dari Darije Kalezic, Bojan Hodak, Milomir Seslija, hingga Joop Gall, Pluim tetap tak tergantikan di lini tengah tim.
Ia dengan mudah beradaptasi dengan berbagai skema pelatih yang mengendalikan Pasukan Ramang.
Selama memperkuat PSM, pemain bertubuh tinggi dengan tinggi 194 centimeter ini telah mengumpulkan 178 caps, mencetak 47 gol, dan memberikan 51 assist. Statistik tersebut menjadikannya pencetak gol dan assist terbanyak bagi PSM.
Wiljan Pluim tak diragukan lagi merupakan legenda hidup bagi PSM Makassar, mengantarkan klubnya meraih dua gelar juara, yaitu Piala Indonesia dan Liga 1. Namun, perpisahannya dengan klub tersebut tidak berlangsung dengan mulus.
Namun, Pluim tidak dapat mewujudkan niatnya untuk pensiun dari dunia sepak bola bersama PSM. Sebaliknya, ia dipecat oleh manajemen klub.
Keputusan ini diambil setelah Pluim mangkir dari sesi latihan dan absen dalam tujuh pertandingan terakhir bersama PSM.
"Saya sudah kasih keluar (Wiljan Pluim dari PSM Makassar). Saya akan ganti lebih baik," kata Aksa Mahmud kepada media di Universitas Bosowa Makassar pada Minggu, 8 Oktober 2023.










