Diteriaki Bencong - Anies Lesehan di Aspal, Jadi Momen Tak Biasa Demo Buruh di Jakarta

Diteriaki Bencong - Anies Lesehan di Aspal, Jadi Momen Tak Biasa Demo Buruh di Jakarta

Raja Ade Romania

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Demo Buruh menuntut pencabutan SK penetapan kenaikan upah minimum pekerja (UMP) 2022 yang dinilai terlalu kecil, telah digelar pada hari Senin 29 November kemarin di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam demo tersebut, terjadi momen-momen yang tak biasa dilakukan pada demo sebelumnya. Mulai dari teriakan buruh soal Gubernur bencong hingga Anies yg duduk lesehan menemui para buruh.

Buruh Minta Anies Jangan Jadi Gubernur Bencong

Dikutip dari detikcom, massa buruh meminta Anies Baswedan mengambil sikap membatalkan penetapan UMP 2022. Buruh berharap Anies tak jadi gubernur penakut.

"Saya mengatakan Pak Anies Baswedan jangan menjadi gubernur yang bencong, jangan jadi gubernur yang takut, karena hari ini jelas-jelas itu putusan MK, Gubernur DKI harus berani melawan itu, Gubernur Jabar belum menetapkan upah, kenapa berani-beraninya menetapkan UMP DKI Jakarta," kata perwakilan KSPI Jakarta, Sony Hinasa.

Serikat buruh meminta revisi UMP 2022 dilakukan hari ini. Mereka meminta adanya kenaikan UMP sebesar 7-10 persen dari UMP sebelumnya.

"Kami buruh DKI Jakarta meminta harus hari ini revisi dan mencabut tuntutan buruh UMP Rp 37 ribu sebagai selisih, yaitu cuma berapa persen kita minta 7-10 persen gubernur harus berani," ujarnya.

Anies Lesehan di Aspal Bertemu Massa

Pukul 13.00 WIB, Anies pun keluar menemui massa. Anies bahkan duduk bersila di jalanan di tengah massa.

"Hidup buruh," teriak Anies melalui pengeras suara.

"Hidup," balas massa buruh.

Saat menemui buruh, Anies menyampaikan keberatan atas upah minimum provinsi (UMP) yang diterapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Anies menyebut angka kenaikan itu tidak cocok jika diterapkan di DKI Jakarta karena dinilai terlalu kecil.

"Kita mengatakan formula ini tidak cocok untuk diterapkan di Jakarta. Formula ini kalau diterapkan di Jakarta tidak sesuai. Kami pun berpandangan ini angka yang terlalu kecil untuk buruh di Jakarta," ujar Anies.

Anies juga mengaku sudah berkirim surat ke Kemenaker. Sambutan dari Gubernur DKI Jakarta itu pun disambut tepuk tangan oleh seluruh massa buruh.