Terkini.id, Jakarta - Iwan Sumule selaku Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) memberikan tanggapannya terkait ditangkapnya para petani sawit di Mukomuko, Bengkulu.
Dilansir dari gelora.co, Senin 16 Mei 2022, pihak kepolisian dari Satuan Brimob melakukan penangkapan terhadap 40 petani sawit di Mukomuko, Bengkulu.
Ini tentunya sangat memprihatinkan sekali karena Indonesia sendiri sedang dilanda kelangkaan minyak goreng dikarenakan harga minyak yang tinggi.
Iwan Sumule menilai, hal ini sangat ironis mengingat sampai saat ini belum semua tokoh mafia minyak goreng ditangkap.
“Ironi hidup di negeri +62. Migor langka dan memang ada yang telah ditangkap. Tapi, kalau belum mampu menangkap “tokoh-tokoh mafia migor", jangan pula petani sawit (rakyat) justru yang ditangkap,” kata Iwan Sumule, dikutip dari gelora.co, Senin 16 Mei 2022.
Kronologis peristiwa ini adalah pada tanggal Kamis, 12 April 2022, pihak kepolisian dari Satuan Brimob menangkap secara massal 40 petani sawit di Bengkulu.
Petani sawit yang ditangkap dituding memanen lahan kebun kelapa milik PT Daria Dharma Pratama. PT Daria Dharma Pratama dikenal sebagai penguasa tanah di Mukomuko, Bengkulu.
Padahal menurut petani tersebut kebun kelapa itu merupakan milik warga.
Selain petani sawit yang ditangkap, polisi juga menyita mobil pick-up serga egrek atau alat yang digunakan untuk memanen sawit.
Dilansir dari voi.id, Senin 16 Mei 2022, Forum Kepala Desa Kabupaten Mukomuko, Bengkulu telah mengajukan penangguhan penahanan 40 orang petani sawit tersebut.
Petani Sawit yang ditangkap massal oleh pihak kepolisian setempat telah berstatus tersangka kasus dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS).










