Hati - Hati Tagihan Listrik Akan Naik Bulan Juni Akibat Libur Sekolah

Hati - Hati Tagihan Listrik Akan Naik Bulan Juni Akibat Libur Sekolah

Dendy Herdianto

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tagihan listrik disebutkan akan naik pada bulan Juni akibat libur sekolah, hal ini disampaikan oleh pihak PT. PLN (persero).

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Bob Saril selaku Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN menyebutkan bahwa kenaikan listrik tersebut bukan karena kebijakan pemerintah menaikkan tarif.

Kenaikan tagihan listrik murni karena volume pemakaian listrik yang meningkat akibat para pelajar libur dan banyak menghabiskan waktu di rumah.

Penggunaan listrik seperti AC yang intensitasnya bisa meningkat akan mengakibatkan tagihan listrik akan membengkak.

"Nanti mungkin bulan ini kan akan terbit rekening, tiba-tiba naik pembayaran. Pasti bisa. Kenapa? karena volumenya (meningkat)," ujar Bob dalam bincang 'Kebijakan Tarif Listrik Berkeadilan' pada Jum'at 17 Juni 2022.

Bob berharap masyarakat tidak langsung menyalahkan pemerintah akibat kenaikan tagihan listrik karena hal tersebut alami karena peningkatan penggunaan listrik.

"Tidak akan naik tarif apapun itu. Tidak akan disesuaikan pada bulan ini. Tidak ada," tegas Bob.

Adapun rencana untuk menaikkan listrik baru akan dimulai pada 1 Juli 2022. Itupun tidak diterapkan pada semua rumah tangga.

Kenaikan tersebut hanya diperuntukkan kepada pelanggan dengan golongan rumah tangga 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) atau golongan pelanggan nonsubsidi.

Rida Mulyana selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menyampaikan kenaikan tarif listrik rumah tangga naik dari Rp1.444,7 per kWh menjadi Rp1.699 per kWh.

Rida kembali menegaskan bahwa ini hanya berlaku untuk 1 Juli 2022.

"Berlaku mulai 1 Juli. Sekarang masih berlaku tarif lama," ucap Rida.