Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menjelaskan dibandingkan negara-negara di ASEAN, tarif PPN Indonesia yang saat ini sebesar 11 Persen, tercatat sudah tertinggi nomor dua di ASEAN.
Elite PDIP langsung merespons pertemuan bakal Capres dari Partai NasDem, Anies Baswedan usai bertemu dengan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. Anies kena sindir atas pertemuannya dengan putra Presiden Jokowi tersebut.
Joko Widodo (Jokowi) disebut pantas untuk menjadi sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa usai menyelesaikan masa bakti sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Hal itu diungkap oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian, Said Abdullah. Ia mengatakan bahwa Jokowi memang layak untuk dijadikan sekjen PBB. "Secara konstitusional bapak presiden per 20 Oktober 2024 mengakhiri masa jabatan dengan legacy yang luar biasa. Karena legacy yang luar biasa, maka layak mantan PresidenJokowiberhenti atau 20 Oktober itu layak dijadikansekjen PBB," kata Ketua DPP PDI PerjuanganSaid Abdullahdi Senayan, Senin 14 November 2022, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id. Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Energi dan Pertambangan, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul mengatakan jika dia belum dapat membahas lebih jauh perjalanan Jokowi setelah tidak lagi menjadi Presiden RI. Namun, menurut Bambang, dalam dunia politik bisa saja yang terjadi di luar dugaan. "Kita juga nggak tahu tawarannya. Siapa tahu nanti sekjen PDIP menawari tetap di PDIP. Kita juga kan nggak ngerti," ujar Bambang Wuryanto.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyebutkan Puan Maharani akan menemui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam rangka safari politik jelang Pemilu dan Pilpres 2024.
Terkini.id, Jakarta – Perihal wacana Presiden Jokowi akan jadi calon Wakil Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang kini menuai sorotan publik.
Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama aatau Ahok buka suara soal wacana dan desakan penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) Said Abdullah mengkritik pemerintah yang sampai saat ini masih memperjualbelikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Said Abdullah menyentil pemerintah