Usai mengungkapkan ciri-ciri penceramah radikal yang sempat mencuri perhatian publik, kini Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebutkan penceramah perlu menggelorakan semangat nasionalisme dan patriotisme.
Publik menyoroti beredarnya softcopy buku Kamus Sejarah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI. Hal itu lantaran tidak adanya nama tokoh penting dalam buku