Kumpulan Berita Kapolri Jenderal Terkini Hari ini

kapolri jenderal
NEWS25 Agustus 2022

Anggota Komisi III DPR Apresiasi Kinerja Kapolri: Bapak Listyo Sigit Prabowo Seorang Pilot yang Tangguh Atasi Turbulensi

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi NasDem Ary Egahni Ben Bahat mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menyebut Kapolri Listyo adalah sosok pilot yang tangguh dalam mengatasi turbulensi di tubuh Polri. Ary Egahni Ben Bahat mengapresiasi kinerja Kapolri dalam mengungkapkan kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Menurut dia, seorang pilot yang handal yaitu ketika dirinya mampu untuk mengatasi turbulensi. "Saya ingin mengatakan historis bangsa ini mencatat Bapak Listyo Sigit Prabowo, bahwa bapak, memang seorang pilot yang tangguh mengatasi turbelensi," kata Ary Egahni Ben Bahat di rapat dengar pendapat Komisi III DPR dengan Kapolri, Rabu 24 Agustus 2022, dilansir dari Tribunnews pada Kamis 25 Agustus 2022. Ary Egahni Ben Bahat mengatakan berkas empat tersangka pembunuhan Brigadir J yang telah P21 dan dilimpahkan ke Kejaksaan itu membuktikan kinerja Kapolri dan jajaran. Menurutnya, rakyat dan masyarakat Indonesia mengakui kinerja yang telah dilakukan Kapolri dalam membuat kasus itu terungkap. "Oleh karena itu, saya menggunakan hak konstitusi saya mengapresiasi bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penanganan kasus ini," ujarnya. Sementara itu, Ary Egahni Ben Bahat dalam kesempatan ini juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Brigadir J. Tak hanya itu, dia juga mendoakan anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi agar diberi kekuatan untuk menggapai cita-citanya. Lebih lanjut, Ary Egahni Ben Bahat menegaskan menolak usulan agar Kapolri dinonaktifkan. "Saya menggunakan hak konstitusi saya, saya tidak sepakat, dan tidak menyetujui, karena Polri membutuhkan pemikiran, kemampuan, hati, dan segala sesuatu yang bapak (Kapolri) limpahkan untuk bagaimana kepolisian ke depan menjadi lebih baik," ujarnya.
 
kapolri jenderal
NEWS15 Juli 2022

Kapolri Diminta Prof Muradi Harus Segera Nonaktifkan Kadiv Propam Ferdy Sambo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta Guru besar Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Prof Muradi untuk segera menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Muradi menegaskan terdapat tiga hal yang perlu dilakukan oleh Kapolri dan juga tim khusus. Hal pertama yaitu Kapolri harus segera menonaktitkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam Polri. Hal itu dinilai penting, dimaksudkan agar pengusutan kasus tewasnya Brigadir J berjalan obyektif dan terukur. "Kapolri harus segera menonaktifkan untuk sementara waktu Kadiv Propam agar proses investigasi dari tim khusus tersebut dapat berjalan obyektif dan terukur," ujar Muradi kepada wartawan, Jumat, dilansir dari detiknews pada Jumat 15 Juli 2022. "Meski Kadiv Propam secara angkatan dan usia ada jauh di bawah ketua dan anggota tim khusus, namun akan terbangun psikologis yang kurang baik saat pemeriksaan yang bersangkutan ataupun keluarga dari yang bersangkutan atas insiden tersebut jika masih menjabat definitif," sambung Muradi menegaskan. Kedua, Muradi juga secara tegas menyarankan kepada Kapolri untuk mempercepat proses investigasi dan kerja tim. Karena itu penting agar tak berlarut-larut dan membuat posisi Polri kurang baik di mata publik. "Ketiga, ketua tim dan anggota tim khusus harus mampu membuka kotak pandora atas kesimpangsiuran masalah tersebut. Salah satunya dengan mengungkapkan masalah di balik itu. Sebab kejanggalan tersebut akan mengurangi integritas Polri di mata publik. Dan terakhir, jika ternyata ada anggota Polri yang terlibat, baik perwira tinggi maupun anggota Polri lainnya, maka proses hukumnya harus adil, dan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan tetap menjaga integritas polri di mata publik," lanjutnya. Sebelumnya, Muradi mengatakan bahwa Kapolri sudah tepat segera membentuk tim khusus serta melibatkan pihak eksternal di antaranya terdapat Komnas HAM dan Kompolnas, dalam mengusut baku tembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J. Apalagi kasus ini jadi atensi publik.