Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.
Percepatan tanam dilakukan pada lahan awal seluas 2 hektare sebagai bagian dari target 2.000 hektare lahan siap tanam di Kabupaten Bone, dari total program CSR seluas 10.000 hektare. Kegiatan ini menjadi langkah awal optimalisasi lahan pertanian baru untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dan Magang Tugas Akhir di Agrifarm Malang.
Dalam mendukung program swasembada pangan, Polbangtan Gowa berupaya berkolaborasi dengan Universitas Pertahanan melaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program tersebut juga dirancang untuk memperkuat kontribusi generasi muda dalam pembangunan pertanian.
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus meningkatkan produksi pangan dengan program perluasan areal tanam (PAT) melalui pompanisasi dan peningkatan lahan rawa.Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan prioritas pemerintah saat ini adalah meningkatkan produksi padi dan jagung untuk mencegah krisis pangan di Indonesia sekaligus komitmennya dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.“Kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian serta kesejahteraan petani di Indonesia,” ujar Menteri AmranAmran beralasan bahwa Langkah tersebut diambil pemerintah dalam upaya antisipasi darurat pangan."Penurunan luas tanam tentu berdampak langsung pada hasil panen dan produksi padi
Selasa hari ini, 23 Juli 2024, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menyelenggarakan sidang terbuka senat dalam rangka dies natalis Polbangtan Gowa yang ke-6.
BPPSDMP akan menyelenggarakan PSPP Volume 10 Tahun 2024 bagi Petani, Penyuluh Pertanian, dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan tema "Gerakan Antisipasi Darurat Pangan Nasional". Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi.
Polbangtan Gowa melalui PPIU YESS Sulsel mengumpulkan puluhan penyuluh Se-Kabupaten Gowa yang berada di bawah naungan BDSP atau Balai Pelatihan Pertanian Gowa. Para penyuluh tersebut dilatih untuk menjadi trainer bidang pertanian di wilayah masing-masing.
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa adalah perguruan tinggi di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kementan yang melaksanakan pendidikan vokasi serta memiliki 4 program studi yaitu D4 Penyuluhan Peternakan dan kesejahteraan hewan, D4 penyuluhan Pertanian berkelanjutan, D3 Budidaya ternak dan D3 Budidaya tanaman hortikultura. Dalam mendukung akselerasi tersebut Polbangtan Gowa telah melakukan upaya meningkatkan kelayakan program studi yang ia miliki melalui proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Perguruan Tinggi (BAN PT). 16 April 2024 lalu Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi menetapkan bahwa Prodi D4 Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Gowa kembali memenuhi syarat peringkat Akreditasi A.
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa sebagai sebuah lembaga pendidikan vokasi BPPSDMP Kementan kemudian menjabarkan visi tersebut dengan berupaya mencetak sarjana Petani muda milenial yang profesional, mandiri, dan berdaya saing, pada kesempatan kuliah Umum yang diselenggarakan di Kampus Polbangtan Gowa (07/05) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa Polbangtan Gowa adalah kampus vokasi dibawah BPPSDMP Kementan yang disiapkan untuk mendukung dan memajukan SDM Pertanian di Indonesia