Terkini, Takalar - Calon bupati Takalar, Syamsari Kitta bertekad meningkatkan kesejahteraan petani bila kelak terpilih kembali memimpin Takalar dalam lima tahun mendatang.
Tidak tanggung-tanggung, Syamsari akan menggunakan teknologi berbasis smart farming untuk meningkatkan hasil produksi pangan di daerah itu.
"Kami akan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan dan pembelian teknologi berbasis digital untuk mendukung produksi di sektor pangan," ujar Syamsari saat berdialog dengan kelompok tani di Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Sabtu (9/11/2024).
Syamsari bersama pasangannya, Natsir Ibrahim alias Haji Nojeng memenuhi undangan kelompok tani tersebut. Di tempat ini, pasangan nomor urut 02 itu mendengar berbagai aspirasi para petani dan warga setempat.
Syamsari mengatakan teknologi smart farming atau pertanian cerdas dengan memanfaatkan teknologi telah banyak dikembangkan di berbagai tempat. Dia menyebutkan, salah satu terobosan yang ingin ditempuh adalah pengadaan drone di kantor penyuluh pertanian di setiap kecamatan untuk membantu penyuluh dalam mendeteksi kondisi tanaman.
"Selain itu ada drone untuk melakukan penyemprotan pupuk pada tanaman petani. Untuk luas sekitar 20 hektare bisa disemprot setiap jam sehingga untuk menyemprot semua lahan di Kecamatan Sanrobone, hanya dibutuhkan waktu dua hari saja" urai Syamsari Kitta.
Syamsari yang dijuluki Bapak Pemekaran Wilayah ini meyakini bahwa penggunaan teknologi smart farming tersebut bisa segera meningkatkan produksi pertanian minimal 2 ton per hektare.
"Ke depan kami telah merancang sistem ini supaya dapat berjalan dengan efektif dan terukur sehingga hasil produk pertanian di Takalar mampu memberi kesejahteraan yang lebih kepada para petani," imbuh Syamsari.
Dalam pertemuan dengan kelompok tani itu, turut pula dihadiri oleh Ketua Harian Pengurus Masjid Agung Takalar, Ir Djamaluddin Maknum, dan mantan komisioner KPUD Takalar, Andi Citrasari Mappanganro, berserta aktivis pertanian lainnya.
Djamaluddin mengatakan, penerapan smart farming akan membantu petani untuk menjalankan sistem pertanian yang lebih terukur dan terencana dengan hasil yang baik.
"Dengan adanya sistem smart farming ini petani bisa lebih mudah mengetahui kebutuhan tanaman agar dapat mencapai produksi yang optimal," kata Djamaluddin yang pernah menjadi pejabat di bidang pertanian Takalar.
Menurut dia, program Syamsari-Haji Nojeng tersebut sangat relevan dan sesuai tuntutan zaman sehingga dapat menjadi solusi cerdas untuk mengatasi permasalahan di sektor pertanian saat ini.
"Kalau program pak Syamsari ini diterapkan maka petani akan sejahtera dan itu berefek pada peningkatan daya beli sehingga UMKM di Takalar akan maju dan berkembang," imbuh Djamaluddin.










