Terkini.id, Jakarta – Harga Bahan Bakar Minyak di Indonesia belakangan menajadi sorototan karena mengalami kenaikan, salah satu yang naik adalah BBM jenis Pertamax. Kenaikan harga BBM ini mendapat respon dari Pakar Telematika, Roy Suryo yang menyebut harga minyak dunia turun tapi di Indonesia harga BBM justru mengalami kenaikan.
Menurut penilaiannya, seharusnya ada penururunan harga ketika harga minyak dunia turun maka di Indonesia juga harus melakukan hal yang sama, yakni menurunkan harga. Namun, faktanya yang terjadi justru terjadi kelangkaan.
Respon Roy Suryo terhadap kenaikan harga BBM yang menurutnya tidak sesuai dengan harga minyak dunia, dipostinh melalui sebuah cuitan di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Rabu 6 April 2022.
“Minyak dunia turun, bahkan anjlok, minyak Indonesia naik, bahkan langka. Ambyar”, tulis Roy Suryo.

Sebelumnya, kenaikan harga BBM juga mendapat respon dari Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu yang berpendapat bahwa harga minyak dunia sedang turun, namun BBM jenis Pertamax masih saja dijual dengan harga tinggi, bahkan harganya dinaikkan mengikuti keekonomiannya.
Said Didu mempertanyakan harga pertamax yang masih tetap mahal meski harga minyak dunia telah turun, bahkan anjlok.
“Pak Menteri @erickthohir yth, kalau hitungannya demikian, berarti waktu harga crude sekitar $20 harga pertamax harusnya hanya sekitar Rp. 3.500 per liter. Kenaoa saat itu harga tetap Rp.9000?”, tulis Said Didu, dikutip dari akun Twitter pribadinya.

Sebelumnya, harga minyak dunia anjlok imbas dari gencatan senjata antara Uni Emirat Arab dan kelompok Houthi yang merupakan sekutu Iran.
Melansir CNN Indonesia, Rabu 6 April 2022, minyak mentah berjangka Brent turun US$1,01 atau 1 persen menjadi US$103, 38 per barel.
Sementara itu, minyak mentah berjangka WTI turun 84 sen atau 0,9 persen menjadi US$98,43 per barel.
Pada pekan lalu, harga minyak turun harga sekitar 13 persen, menjadi penurunan mingguan terbesar dalam dua tahun dikarenakan Presiden AS Joe Biden mengumumkan rilis cadangan minyak AS terbesar yang pernah ada.
Pada kamis pekan lalu, Biden mengumumkan pelepasan 1 juta barel per hari (bph) minyak mentah selama enam bulan dari mei. Terhitung, 180 juta barel merupakan rilis terbesar yang pernah ada dari cadangan minyak strategis (SPR) AS.










