Terkini.id, Jakarta - Kenaikan harga Pertamax pada Jumat 1 April 2022 membawa dampak yang buruk bagi khalayak umum, salah satunya adalah pengemudi taksi online.
Harga Pertamax yang naik dan keberadaan Pertalite yang semakin langka menjadi suatu kesulitan bagi para pengemudi taksi online dalam menjalani pekerjaannya sehari-hari.
Seorang sopir taksi bernama Nurhadin yang diwawancara oleh CNN Indonesia Pada Sabtu 2 April 2022 membeberkan bahwa sudah selama dua minggu ini ia menggunakan bahan bakar Pertamax. Hal ini harus ia lakukan karena seluruh pom bensin yang ia datangi Pertalite kosong.
"Iya orang di semua pom bensin enggak ada Pertalite. Jadi sudah dua minggu ini saya Pertamax terus," ujar Nurhadin.
Selama Nurhadin melaksanakan pekerjaannya sebagai sopir taksi online, ia mengaku selalu menghabiskan rata-rata Rp150 ribu per hari dari gajinya sebagai sopir. Harga Pertamax yang naik membuatnya pekerjaannya terasa berat.
Strategi yang dilakukan Nurhadin untuk mempermudah pekerjaannya sehari-hari adalah dengan mengambil pesanan jarak dekat dibanding jarak jauh guna menghemat bahan bakar.
Hal serupa juga dikatakan oleh pengemudi sopir taksi lainya, yaitu Rasmadi. Semakin kesini Pertalite semakin langka.
"Sekarang Pertalite rada langka sih, saya enggak tahu kenapa. Pertamax naik, terus Pertalite jadi susah," ujarnya dikutip dari halaman CNN Indonesia, Sabtu 2 April 2022.
Beda halnya dengan strategi Nurhaddin, Rasmadi mengaku cara ia untuk mempermudah pekerjaanya sebagai sopir taksi online adalah dengan berpindah haluan ke SPBU swasta.
Menurutnya SPBU swasta seperti Vivo menjual harga Pertamax jauh lebih murah dibanding Pertamina.
Lebih lanjut lagi, seorang pengawas SPBU Goldi juga memberikan keterangannya mengenai Pertalite yang langka. Setiap hari selama ia bekerja, pengemudi taksi online datang ke SPBU untuk mengisi kendaraannya dengan Pertalite.
Namun jika SPBU tersebut tidak menyediakan Pertalite, pengemudi online tersebut terus mencari SPBU terdekat sampai mereka mendapatkan Pertalite.
Diketahui sebelumnya bahwa harga Pertamax harus dinaikkan oleh pemerintah akibat dari harga minyak dunia yang tidak kunjung turun serta masih berlangsungnya perang antara Rusia dan Ukraina.










