Terkini.id, Jakarta - Mantan Politisi Gerindra, Arief Poyuono menyinggung elit politik dan pejabat negara yang saat ini namanya masuk dalam kandidat calon presiden (Capres) 2024 versi sejumlah lembaga survei.
Arief Poyuono lewat sebuah unggahan videonya di Twitter, Sabtu 5 Juni 2021, menyebut elit politik maupun pejabat negara yang masuk kandidat Capres sama sekali tak punya empati dengan kondisi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
"Kagak Punya Empati ke masyarakat elit politik & pejabat negara yang dibursa capres versi Lembaga survei," kata Arief dalam narasi unggahan videonya itu.
Akan tetapi, Arief Poyuono dalam unggahan videonya itu tidak menyebut secara detail siapa sosok elit politik maupun pejabat negara kandidat Capres yang ia maksud tersebut.
Dalam unggahan videonya, Arief Poyuono mengatakan bahwa masyarakat yang terpapar Covid-19 saat ini terus mengalami peningkatan di berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, hal itu sangat membahayakan bagi keselamatan masyarakat dan bisa menghambat pemulihan ekonomi Indonesia.
"Ternyata peningkatan masyarakat yang terpapar Covid makin tinggi nih di beberapa daerah. Artinya, ini sebuah hal yang sangat membahayakan bagi kita semua. Artinya ini juga akan bisa menghambat pemulihan ekonomi," ujar Arief Poyuono.
Terkait hal itu, Arief pun mengaku heran dengan sikap elit politik atau pejabat negara yang menurutnya malah sibuk mempersiapkan diri menjadi Capres dan tidak berempati ke masyarakat yang kini tengah hidup susah lantaran pandemi.
"Tapi yah, yang saya heran kok bisa politisi-politisi atau pejabat negara di daerah ataupun di pusat pada sibuk nyiapin dirinya jadi Capres, Pilpres, menyiapin relawan-relawan kok gak ada gitu rasa perhatian, rasa empatinya terhadap masyarakat yang saat ini sedang dalam kesulitan hidupnya," ungkapnya.
Arief Poyuono juga mengaku heran mengapa kandidat Capres tersebut sibuk membahas soal Pilpres di tengah kesusahan masyarakat, padahal menurutnya Presiden Jokowi masih lama berkuasa.
"Masyarakat mau cari makan susah, kerjaan gak ada, kok ini ngomongin capres-capresan 2024, wong Jokowi masih lama berkuasa," ujarnya.










