Terkini.id, Solo- Hari Minggu tanggal 25 September 2022 , pukul 10.00 hingga 12.00 telah dilaksanakan kick off pembinaan wirausaha muda se Indonesia, acara tersebut dipusatkan di Solo. Lokasi pelaksanaan di Hotel Swiss Bellin Gilingan Surakarta. Untuk peserta dari luar Surakarta, mengikuti secara daring.
Acara dibuka oleh kepala Dinas Koperasi Jawa Tengah, Dra. Ema Rahmawati M.Hum,dilanjutkan talk show dengan narasumber pengusaha dari Sukoharjo dan Yogyakarta, berkisah seputar kiat dan strategi meraih pasar dalam dan luar negeri.
Talkshow berlangsung cukup menarik dan banyak pertanyaan dari peserta yang hadir, juga pertanyaan dari peserta yang menyimak via zoom. Peserta bertanya seputar bagaimana menentukan produk yang pas sesuai segmen market dan penentuan harga sesuai segmen market.
Para pembicara menekankan pentingnya mentor di dalam bisnis untuk menentukan strategi bisnis dan mampu keluar dari permasalahan yang sering muncul dalam bisnis. Perlu diskusi yang rutin dan intens dengan mentor bisnis untuk bisa melangkah dengan lebih cerdas dalam berbisnis. Mereka juga menekankan pentingnya ketegaran dan kecerdasan dalam melalui segala tantangan, dan ini bisa kita dapatkan dengan melalui banyak diskusi dengan berbagai pihak.
Dalam mentoring ada banyak kisah bisnis yang bisa kita pelajari dan kemudian kita ambil benang merah yang mungkin sesuai dengan bisnis kita. Selain itu, sedikitnya lapangan kerja yang tersedia di masyarakat, justru membuka peluang rezeki yang lebih besar untuk wirausaha semakin berkarya.
Inovasi, kreativitas, kolaborasi, menjadi kata kata kunci yang penting dalam bisnis, bagaimana kita bisa menemukan peluang, memperbesar pasar, menemukan kebutuhan pasar bahkan di luar negeri yang semoga dapat menjadi lahan rezeki bagi para pengusaha.
Untuk menembus pasar luar negeri, hubungan baik dengan atase perdagangan dan ITPC menjadi penting, untuk kita dapat mengerti selera pasar luar negeri, tentunya kita juga lanjutkan diskusi dengan buyer mengenai desain produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sertifikasi produk seperti ISO 20020, HACCP, dan sertifikat sertifikat lain yang dibutuhkan di setiap negara tujuan, sebaiknya kita lengkapi dahulu sebelum menembus pasar luar negeri.
Berjuang menjadi pebisnis, membuka rezeki bagi keluarga dan masyarakat sekitar, dengan pemerintah dan jaringannya akan membantu dan menjadi mentor para pengusaha, semoga ini menjadi awal bangkitnya kembali ekonomi Indonesia setelah pandemi.
Ketika semua strategi di atas dilakukan, menjadi konglomerat bisa menjadi kenyataan dalam hidup kita,kata pentingnya konsisten dan terus berusaha.











