Sebut Anies Tak Punya Prestasi, Yusuf Muhammad: Terus Mau Jualan Apa kalau Bukan Jualan Agama?

Sebut Anies Tak Punya Prestasi, Yusuf Muhammad: Terus Mau Jualan Apa kalau Bukan Jualan Agama?

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menilai bahwa Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak memiliki prestasi.

Oleh sebab itulah, menurutnya, Anies Baswedan tidak memiliki “jualan” lain selain “jualan” agama.

“Kalau prestasi gak punya prestasi, trus mau jualan apa kalau bukan jualan agama?” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 26 Maret 2022.

Bersama pernyataannya, Yusuf Muhammad membagikan berita soal sindirannya kepada Anies Baswedan yang memberikan tausiyah di masjid.

Sebelumnya diberitakan Terkini.id, Yusuf Muhammad mengomentari soal Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang memberi tausiyah di Masjid Baitul Makmur di sela-sela kunjungan kerja di Bali.

Ia menyindir bahwa Gubernur pembohong sudah menjadi “ngustadz” dan mungkin sebentar lagi akan menjadi “ngulama”.

“Wah gubernur pembohong sudah jadi ngustadz, dikit lagi jadi ngulama?” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 25 Maret 2022.

Bersama pernyataannya, ia membagikan cuitan pegiat media sosial, Maudy Asmara yang mengunggah video Anies Baswedan memberi Tausiyah.

“Kunker di Bali, Gubernur Anies Baswedan memberikan tausiyah di Masjid Baitul Makmur tadi pagi. Pancen mantul capres gue,” kata Maudy Asmara.

Dalam video yang diunggah Maudy Asmara, Anies Baswedan menceritakan soal Nabi Musa dan Nabi Khidir.

“Kita ini seperti menyaksikan ulang peristiwa Nabi Khidir dan Nabi Musa,” katanya

Anies Baswedan membandingkan bahwa Nabi Khidir dapat membaca hikmah sebelum terjadi peristiwa.

Sementara, lanjutnya, Nabi Musa baru dapat mengetahui hikmah setelah terjadinya peristiwa.

“Kalau Nabi Khidir bisa membaca hikmah sebelum terjadi peristiwa. Kalau Nabi Musa, harus terjadi peristiwanya dulu baru tahu hikmahnya,” jelasnya.

Anies Baswedan lantas mengatakan bahwa generasi kita lebih mirip dengan Nabi Musa, yang baru tahu hikmah setelah terjadi peristiwa.

“Kita adalah generasi yang lebih mirip dengan nabi Musa a.s, sehingga peritiwanya sudah jalan dua tahun baru kita mengambil hikmahnya,” kata Anies Baswedan.