Terkini.id, Jakarta - Menuju Pemilu 2024, mencuat sejumlah nama tokoh yang santer disebut-sebut bakal melaju dalam kontestasi pilpres 2024 mendatang.
Ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPR RI Puan Maharani yang digadang-gadang akan bersatu sebagai paslon Capres Cawapres 2024.
Pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai bahwa duet Anies Baswedan dan Puan Maharani pada Pilpres 2024 memiliki sisi positif dan negatif.
Positifnya menurut Jamiluddin ialah, duet Anies dan Puan bisa terjadi tanpa dukungan partai politik lain karena PDIP berstatus sebagai pemenang Pemilu 2019 dan telah memenuhi ambang batas pencalonan presiden.
"Dengan begitu, Anies tidak perlu lagi mencari partai politik untuk mengusungnya," katanya
mengutip Berita Politik RMOL, Jumat 26 November 2021.
Selain itu, pasangan Anies-Puan juga dinilai sebagai kombinasi religius dan nasionalis, sehingga dapat mengakomodir calon pemilih. Suka tidak suka, religius dan nasionalis merupakan cerminan masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, menurut Jamiluddin, duet Anies dan Puan akan diusung partai politik yang kadernya militan. Hal ini akan menggaransi pasangan Anies-Puan didukung mesin politik yang solid.
"Minusnya, duet Anies dan Puan didukung oleh kekuatan yang berbeda. Pada umumnya, pendukung Anies tidak menyukai Puan dan PDIP. Sebaliknya, pendukung Puan dan kader PDIP tidak menyukai Anies," ujarnya.
"Jadi pendukung Anies dan Puan seperti minyak dan air, sehingga sulit untuk bersatu. Pendukung bukan menyatu untuk membesarkan duet Anies-Puan, tapi justru berpeluang saling meniadakan," sambung Jamiluddin.










