Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu baru-baru ini menyindir KSP Moeldoko terkait dengan pernyataannya mengenai kenaikan harga BBM.
Said Didu lantas mengingatkan kepada KSP Moeldoko, negara itu ada karena memiliki tiga unsur dan dia pun mengatakan Moeldoko pasti memahami tiga unsur itu.
Sehingga menurut Said Didu, pernyataan Moeldoko yang menyebutkan jika BBM tidak dinaikkan harganya maka negara akan kesulitan, tidak etis jika Negara disandingkan dengan rakyat.
“Bapak Jenderal Moeldoko yth, saya yakin Bapak paham Negara itu ada karena 3 unsur yaitu: Rakyat, Wilayah, dan Pemerintah. Maka tidak pas jika rakyat disandingkan dengan negara. Semoga jelas”, kata Said Didu, dikutip dari cuitannya, Rabu 20 Juli 2022.

Menurut Said Didu, kesulitan yang dialami negara dimulai dengan sering menambah utang sehingga dana habis untuk digunakan bayar utang.
Habisnya dana ini menurut Said Didu, negara akan kekurangan dana untuk mensubsidi harga-harga untuk rakyat, termasuk BBM.
“Yang buat kesulitan adalah yang menambah utang tanpa terkendali sehingga dana habis untuk bayar utang, akibatnya kekurangan dana untuk subsidi”, kata Said Didu.

Sebelumnya, KSP Moeldoko menyampaikan bahwa efek terbesar dari kenaikan harga energi di dunia membuat Indonesia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
Olehnya itu, hingga saat ini pemerintah masih harus menanggung beban subsidi untuk rakyat dalam hal BBM.
Menurut KSP Moeldoko, jika harga BBM tidak dinaikkan maka beban untuk negara cukup besar karena harus menanggung subsidi untuk rakyat.
“Kita sekarang menghadapi situasi yang tidak enak, yakni persoalan energi. Mau harga BBM dinaikkan masyarakat lagi sulit. Tidak dinaikkan negara kesulitan karena untuk subsidinya ke harga BBM itu luar biasa”, kata KSP Moeldoko, dikutip dari KompasTv.
Moeldoko menyampaikan kenaikan harah minyak mentah di dunia berpengaruh pada APBN, terlebih dalam perhitungan sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia diproyeksikan tak sampai 70 dollar AS per barrel.










