Rocky Gerung Kritik Profesor Puji Jokowi, Ade Armando Angkat Bicara

Rocky Gerung Kritik Profesor Puji Jokowi, Ade Armando Angkat Bicara

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Ade Armando menanggapi kritikan pengamat politik Rocky Gerung terhadap profesor Singapura Kishore Mahbubani yang memuji Presiden Jokowi.

Menurut Ade Armando, Rocky Gerung saat mengkritik Profesor Mahbubani justru telah melakukan pembohongan publik. Sebab, dukungan kepuasan rakyat ke Jokowi malah di atas 50 persen saat ini.

Ade pun lantas mengambil contoh tingkat kepuasan rakyat pada Jokowi di survei Indikator per Agustus 2021. Di mana tingkat kepuasannya adalah 60 persen.

"Sementara SMRC sampai pertengahan 2021, bahkan tingkat kepuasan rakyat pada kerja Jokowi itu 70 persen," ujar Ade Armando.

Hal itu diungkapkan Ade Armando dalam videonya yang tayang di kanal YouTube Cokro TV, Kamis 14 Oktober 2021.

Menurutnya, kendati ada penurunan kepuasan karena pandemi covid namun ia mengira tak mungkin rendah sekali sampai 17 persen.

Akademisi Universitas Indonesia tersebut lantas menyinggung sikap Rocky Gerung yang nampak meracau menyerang Mahbubani.

Rocky Gerung, kata Ade, menuduh Profesor Mahbubani berbohong soal pertumbuhan ekonomi di RI sebesar 10 persen. Padahal, Mahbubani tak pernah mengungkapkan hal itu saat memuji Jokowi.

"Rocky malah menuduh Mahbubani asal bicara, termasuk soal pertumbuhan ekonomi RI 10 persen. Padahal, Mahbubani tak pernah menyebut soal pertumbuhan ekonomi 10 persen. Dia memang memuji kondisi ekonomi RI, tapi tak sebut 10 persen," tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, pengamat politik Rocky Gerung memberikan tanggapan pedas soal pujian Profesor asal Singapura Kishore Mahbubani yang mengapresiasi kinerja Jokowi.

Rocky Gerung lewat kanal YouTube-nya mengaku heran adanya profesor yang bertindak seolah-olah seperti buzzer.

"Kita sebagai rakyat justru malu tuh, kenapa ada profesor yang seolah jadi kayak buzzer doang nih?," kata Rocky Gerung.

Pasalnya, menurut Rocky, sejumlah penelitian di Australia dan AS menunjukkan kegagalan Jokowi.

"Seluruh analisis dunia, terutama Australia dan AS memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi gagal dalam semua hal," ungkapnya.

Maka dari itu, Rocky Gerung menilai pujian profesor Singapura itu terhadap Presiden Jokowi tidak masuk akal.

"Gak masuk akal kalau pujiannya berlebih. Kalau pujiannya standar-standar juga masih masuk akal," ujarnya.