Terkini.id, Makassar - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto mengungkapkan, ada 2.664 personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP baik dari Pemerintah Kota Makassar maupun Pemprov Sulsel yang diterjunkan untuk mengawal aksi unjuk rasa besar-besaran oleh mahasiswa yang digelar, Senin, 11 April 2022.
“Jumlah personel itu merupakan gabungan dari TNI-Polri, dan aparat Satpol PP dari Pemkot atau Pemprov,” kata Kombes Pol Budhi, Minggu 10 April 2022.
Gabungan pengunjuk rasa dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa di Kota Makassar serta sejumlah organisasi lainnya berencana menggelar aksi menuntut untuk menolak mas jabatan Presiden RI Jokowi diperpanjang.
Kemudian pengunjung rasa juga meminta dengan sangat agar Presiden Jokowi menolak wacana itu.
Selain itu, pendemo juga meminta pemerintah dan wakil rakyat untuk menstabilkan harga bahan pokok termasuk minyak goreng dan BBM," tegasnya.
"Kami juga menuntut agar Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja para menterinya yang dianggap tidak becus. Salah satunya karena kenaikan harga minyak goreng yang tidak mampu dikendalikan hingga kini,"ujar Humas Forum Konsolidasi Mahasiswa Unhas Khoirul Zaman.
Sebagai informasi, adapun titik-titik aksi unjuk rasa akan berlangsung seperti di bawah jalan Layang (fly over), pertigaan Jalan Hertasning - AP Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo (depan DPRD Sulsel dan Kampus UMI), Jalan Sultan Alauddin (depan kampus Unismuh), dan Jalan Andi Pangerang Pettarani (Kampus UNM), dan Jalan Perintis Kemerdekaan (depan Unhas dan Universitas Dipan).
Di titik tersebutlah akan disiagakan personel gabungan dalam rangka pengawalan dan pengamanan agar aksi unjuk rasa tersebut dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando menyampaikan bagi masyarakat yang hendak luar rumah diminta untuk menghindari titik aksi.
"Kami juga mengimbau para massa tetap menjaga ketertiban. Termasuk memberikan akses ke pengguna jalan agar bisa melintas,"tandas Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Lando.










