Terkini.id - Kasus infeksi difteri dan campak terjadi di tiga kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hal itu dikarenakan rendahnya cakupan imunisasi anak salam pandemi Covid-19 melanda di Sulsel.
Bidang Pengabdian Masyarakat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel Martira Maddepungeng mengatakan, tiga daerah yang terinfeksi difteri dan campak itu masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Tiga kabupaten tersebut yaitu, dua kasus di Kabupaten Bulukumba pada 2021. Kabupaten Sidrap pada 2021 dan satu kasus di Barru sedang dalam proses investigasi.
"Untuk campak, difteri dan polio, satu kasus itu saja bisa langsung dikatakan KLB lantaran difteri itu sangat menular, sehingga memang perlu penanganan khusus dan imunisasi dasar harus tetap dilaksanakan meski dalam kondisi pandemi Covid-19," kata Martira Maddepungeng pada kegiatan media briefing tentang imunisasi rutin berbasis sekolah dan vaksinasi Covid-19, di Hotel Swiss Bell Makassar, Minggu 6 Maret 2022.
Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, M Husni Thamrin menambahkan, imunisasi dasar dan tambahan sangat diperlukan anak-anak, hal itu demi mendapatkan kekebalan tubuh.
Jika tidak imunisasi, dampaknya akan terasa lima tahun akan datang. Dengan imunisasi pula, ada 26 jenis penyakit dapat dicegah serta mencegah kematian 2-3 juta orang per tahun, menyelamatkan lebih dari 1,5 juta orang per tahun dan mencegah penyakit tahap awal.
"Jika pada awal pandemi Covid-19, cakupan imunisasi memang sangat rendah. Meski pada 2021 sudah melebihi target dan berada di urutan kedua secara nasional dengan capaian 98,4 persen. Sehingga bulan imunisasi anak memang perlu terus dicanangkan," ungkapnya.
Dia pun menyebutkan jika manfaat imunisasi itu sangat penting untuk proteksi individu, membentuk kekebalan kelompok, dan proteksi lintas kelompok.
"Dan khusus pemberian imunisasi pada kelompok usia tertentu atau anak, dapat membatasi penularan kelompok usia dewasa/orang tua," lanjut Husni.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Unicef Sulawesi dan Maluku, Hengky Wijaya menambahkan, selama pendampingan yang mereka lakukan di wilayah Sulawesi dan Maluku, sejak Januari 2021 memang vaksinasi Covid-19 terus digenjot, tapi terjadi kekosongan di imunisasi dasar.
"Sehingga untuk saat ini, kita tidak hanya fokus pada vaksinasi Covid-19 saja, tapi juga imunisasi untuk anak agar bebas dari berbagai jenis penyakit," pungkas Hengky.










