'Rapatkan Saf'-nya Sudah Bisa Diimbaukan Kembali pada Jamaah di Arab Saudi

'Rapatkan Saf'-nya Sudah Bisa Diimbaukan Kembali pada Jamaah di Arab Saudi

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Aturan menjaga jarak yang termasuk dalam protokol kesehatan Covid-19 sudah mulai dilonggarkan pemerintah Arab Saudi. Kebijakan itu dikeluarkan setelah mempertimbangkan penurunan kasus covid-19 yang signifikan di Arab Saudi.

Sejumlah kebijakan baru mengenai tata cara beribadah juga diterapkan di Masjidil Haram Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Dilansir dari cuitan Twitter media lokal Haramain Sharifain @HaramainInfo stiker penanda jaga jarak mulai dihilangkan.

"Aturan jaga jarak sudah berakhir di Masjid Al Haram," cuit Haramain, Minggu 17 Oktober 2021.

Lebih lanjut pemerintah Arab Saudi menjelaskan bahwa telah memberlakukan kapasitas penuh di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah. Aturan itu ditujukan untuk para jemaah yang sudah menerima dua dosis vaksin covid-19.

Para jemaah yang telah menerima kedua dosis vaksin mulai hari ini dapat mengunjungi masjid di Makkah dan Madinah. Namun, aturan menggunakan masker masih ketat diberlakukan. Selain itu, jamaah juga harus menggunakan aplikasi 'Eatmarna' atau 'Tawakkalna' guna mendapatkan izin untuk sholat dan umrah atau mengunjungi Al Rawdah, dilansir dari CNN Indonesia.

Sejumlah tindakan pencegahan penyebaran covid-19 seperti pemeriksaan suhu tubuh, dan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi Tawakkalna juga tetap dilakukan di tempat-tempat umum.

Tempat-tempat umum juga masih mewajibkan untuk menggunakan masker dan menyediakan hand sanitizer.

“Aturan jaga jarak dan pemakaian masker akan tetap diterapkan di fasilitas umum yang tidak melakukan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi 'Tawakkalna'," lanjutnya.

Adapun perihal perkembangan pandemi covid-19 di Arab Saudi, Worldometers mencatat per hari ini terdapat penambahan 45 kasus covid-19 baru di Arab Saudi, 2 kasus kematian, dan 41 kasus sembuh. Secara kumulatif, kasus covid-19 di Arab Saudi mencapai 547.890 kasus.

Sementara, terkait cakupan vaksinasi masyarakat Arab Saudi, Our World in Data mencatat sebanyak 58,24 persen dari total penduduk Arab Saudi yang sudah menerima lengkap dosis vaksin covid-19.