Raja Martabak Medan. Usaha kuliner yang telah berdiri sejak tahun 1969. Martabak dan Terang Bulan yang dibuat berhasil meraih apresiasi positif dari masyarakat. Raja Martabak Medan kembali meraih penghargaan Makassar Most Favourite Culinary Award 2019
Terkini.id, Makassar - Sebagai salah-satu surga kuliner di Indonesia, Kota Makassar menyediakan beragam kuliner yang menggoda.
Salah satunya yang disajikan oleh Raja Martabak Medan. Usaha kuliner yang telah berdiri sejak tahun 1969. Raja Martabak Medan mengklaim sebagai yang pertama di Kota Makassar. Dirintis seorang perantau dari Tegal.
Awal mulanya Raja Martabak Medan berjualan di Pasar Sentral, namun melihat antusiasme masyarakat Makassar yang makin menikmati martabak, pemilik kemudian memutuskan pindah ke Maccini pada tahun 1980.
Hingga saat ini, Raja Martabak Medan terus berkembang dan hampir mengisi tiap sudut di Kota Makassar. Raja Martabak Medan telah melewati banyak rintangan untuk terus memenuhi selera masyarakat.
"Orang tua asli tegal, namun kata medan dipilih untuk mengingatkan bahwa di tanah rantau itu ibarat medan perjuangan," kata Haji Hesti, Pemilik Raja Martabak Medan kepada Makassar Terkini.
Raja Martabak Medan mengklaim sebagai usaha kuliner martbak dan terang bulan pertama yang ada di Kota Makassar. Kemudian diikuti oleh pengusaha lain yang terus berkembang dan bertambah. Tapi Raja Martabak Medan tetap yakin rasa kuliner mereka masih terjaga dan disukai masyarakat.
"Ciri pembeda Raja Martabak Medan adalah soal mutu dan kualitasnya," kata Hesti.
Hesti mengaku bersyukur, usaha kerasnya selama ini mendapatkan penghargaan dari masyarakat. Tahun ini Raja Martabak Medan kembali terpilih sebagai salah satu kuliner favorit di Kota Makassar dalam Makassar Most Favourite Culinary Award 2019.
Makassar Most Favourite Culinary Award adalah penghargaan untuk usaha kuliner yang dilaksanakan Makassar Terkini (Terkini.id). Makassar Terkini bekerjasama dengan lembaga survei mencari kuliner favorit versi masyarakat. Penghargaan ini sudah memasuki tahun ke sepuluh. Rutin digelar setiap tahun.
"Ya senang dan semoga bisa terus maju dan berkembang," ungkap Hesti.
Semua varian di sini, kata dia, masih alami dan mengalami penambahan menu berupa keju oreo. Hingga saat ini sudah ada 14 cabang yang tersebar di Kota Makassar.
Mulai dari Jalan Irian, Toddopuli, Batua Raya, Panaikang, DPRD Sulsel, Flyover, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Gunung Latimojong, Jalan Sungai Limboto, Jalan Rappocini, Jalan Andalas, dan Jalan Sunu.
Menu dan harga yang ditawarkan Raja Martabak Medan bervariasi. Menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya untu terang bulan ada terang bulan biasa, coklat susu, kacang cokelat, keju, dan keju coklat.
Keju campur, keju oreo, super coklat, super kacang coklat, super keju, super keju coklat, kacang campur, dan super keju oreo.
Soal resep, Hesti mengatakan harus menghadirkan beberapa bumbu yang langsung dari Jawa. Karena tidak ada di Makassar.
“Ada bahan yang tidak ada di sini," urainya.
Hesti mengatakan, pada saat menyantap Martabak Medan akan muncul kesan berbeda di lidah. Lantaran memiliki rasa yang khas.
Ia berharap dunia kuliner di Kota Makassar semakin berkembang dan Raja Martabak Medan semakin laris dan semakin bagus dalam melayani pelanggan.
"Di era teknologi ini, kami juga telah membangun kerjasama dengan Grabfood dan Gofood," ungkap Hesti.