PSI Kritik Prabowo Soal Pesawat Tempur, Pengamat: PSI Tidak Paham Model Ancaman yang Sedang Dihadapi Negeri!

PSI Kritik Prabowo Soal Pesawat Tempur, Pengamat: PSI Tidak Paham Model Ancaman yang Sedang Dihadapi Negeri!

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, JakartaPengamat Pertahanan dan Keamanan Robi Sugara menanggapi soal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik kebijakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Diketahui, kritikan yang dilontarkan PSI merupakan kebijakan Pertahanan yang hendak membeli sebuah alat utama persenjataan di masa pandemi covid 19.

Hal itulah, menurut Robi Sugara, langkah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hendak membeli pesawat tempur Dassault Rafale dan F-15 dalam konteks strategi pertahanan sudah tepat.

"Dalam konteks strategi pertahanan sudah sangat tepat untuk menunjukan ke China dan Amerika," kata.

Robi pun menilai, PSI tidak paham soal dua model ancaman yang sedang dihadapi negeri ini. Pertama, ada ancaman bersifat tradisional, dan yang kedua ancaman bersifat non-tradisional.

"Sederhananya, ancaman tradisional itu bersifat militer dan non tradisional itu antara lain seperti wabah covid 19 saat ini," katanya. Dikutip dari Vivacoid. Sabtu, 12 Februari 2022.

Dia menjelaskan, saat ini bukan hanya Indonesia tetapi seluruh negara di dunia ini mengalami ancaman non tradisional seperti covid 19 yang terus bermutasi. Sehingga, kemudian mengancam perekonomian masing-masing negara.

Namun, menurutnya tak bisa dipungkiri kalau ancaman dari luar yang bersifat militer masih terjadi dan suatu waktu bisa meningkat eskalasinya.

"Seperti konflik laut China Selatan dengan kehadiran AUKUS sejak dirilis oleh Presiden Amerika Joe Biden pada September 2021. Selain itu, di Eropa Timur, Rusia sedang terganggung oleh kehadiran NATO di sana,” ungkapnya.

Lanjut “AUKUS adalah singkatan dari Australia, United Kingdom, dan Unites States of America yang bersepakat menghalau kekuatan ekonomi dan militer China di Asia Pasifik. Dari AUKUS ini, Australia akan mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir buatan Amerika yang pasti akan membahayakan pertahanan laut kita," kata Robi.

Selain itu, Robi juga menyebutkan bahwa tepat lantaran hal ini secara tak langsung merespons kehadiran AUKUS di Asia Pasific.

"Dan sekaligus Kemenhan juga sedang mengincar dua kapal selam Scorpene buatan Prancis. Dan langkah moderatnya karena membeli pesawat tempur SU-35 buatan Rusia dan F-35 buatan Amerika selain pertimbangan harga yang supermahal karena beresiko tinggi dampak tekanan dari kedua negara tersebut," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Partai Solidaritas Indonesia mengkritisi kebijakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto khususnya pembelian pesawat tempur Dassault Rafale dan F-15.

“Pak Prabowo Subianto, apakah layak kita jor-joran belanja pesawat tempur sekarang? Musuh kita sekarang virus, senjata yang dibutuhkan obat dan vaksin,” kata Juru Bicara DPP PSI, Rian Ernest.

PSI meminta Ketua Umum Partai Gerindra tersebut transparan ke publik mengenai pembelian alutsista.

“Sikap terbuka itu bisa dimulai dengan merilis rencana strategi pembelian Alutsista. Apa saja yang mau dibeli, apa dasar kebijakannya, dan seterusnya,” kata Rian.