Terkini.id, Jakarta – Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Profesor Henry Subiakto mengatakan bahwa bangsa ini tak boleh kalah dengan mereka yang menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak.
Ia mengingatkan bahwa kekerasan verbal adalah musuh bersama dan negara kita mendukung untuk tegas menertibkan mereka.
“Bangsa besar ini tidak boleh “kalah” dengan mereka yang terbiasa menggunakan kekerasan untuk memaksakan kehendak,” kata Prof Henry melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 26 November 2021.
“Kekerasan fisik maupun kekerasan verbal adalah musuh bersama, negara kita dukung untuk tegas menertibkan mereka,” sambungnya.
Dalam cuitannya yang lain, Prof Henry menyinggung soal organisasi masyarakat bernama Pemuda Pancasila yang mengeroyok polisi.
Prof Henry mengatakan bahwa kelompok mana pun yang anarkhis melawan petugas harus ditindak dengan tegas.
“Negeri ini tidak boleh mentolerir kekerasan dan pelanggaran hukum, siapa pun pelakunya,” katanya.
Dilansir dari Detikcom, seorang anggota polisi menjadi korban pengeroyokan oknum Pemuda Pancasila saat bertugas mengawal demo di depan gedung DPR RI.
Anggota polisi itu mendapatkan luka serius dan harus menjalani rawat inap.
Kini, Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Dermawan Karosekali sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.










