Terkini.id, Jakarta – Anwar Abbas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), kembali menjadi sorotan setelah mengaku diingatkan Presiden Jokowi agar tidak berbicara keras.
Ketua Umum PBNU Marsudi Syuhud pun menilai penyampaian kritik telah dijamin konstitusi. Marsudi mengaku tak tahu-menahu soal latar belakang Anwar Abbas mengaku diperingatkan oleh presiden. Namun, yang pasti, kritik itu bebas dan dijamin konstitusi.
“Yang ngomong kaya gitu kan Pak Anwar Abbas, jangan kritik-kritik. Saya nggak ngerti itu backgroundnya pak Anwar Abbas ngomong begitu saya nggak ngerti, tapi persoalan kritik di negara kita itu kan bebas, dijamin undang-undang,” ujarnya.
Marsudi menyebutkan, siapa pun boleh menyampaikan kritik, termasuk Anwar.
Menurutnya, kritik disampaikan guna mencari solusi terbaik dari persoalan-persoalan yang tengah dihadapi bangsa.
“Mengkritik itu artinya, ya, kritik yang baik adalah membangun agar jangan sampai kita kejebak pada kesalahan-kesalahan. Intinya, kritik adalah bagaimana mencari solusi terbaik untuk bangsanya,” ungkapnya.
“Maka, siapa saja boleh mengkritik. Mau Anwar Abbas, saya, atau siapa saja,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Marsudi mengaku bahwa pihaknya pun sudah terbiasa menyampaikan kritik terhadap pemerintahan. Dilansir dari Galamedia. Selasam 14 Desember 2021.
Salah satunya saat agenda Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) digelar. Kritik itu, kata dia, mencakup pada implementasi perundang-undangan.
“Dari dulu, misalnya, Muktamar untuk mengkritisi Pemerintah itu artinya untuk membangun. Mana yang terbaik untuk bangsa ini, untuk rakyat ini. Tentang UU Pertanahan. Begitu juga UU Perpajakan,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Anwar membeberkan bahwa dirinya diingatkan oleh Jokowi untuk tidak bicara terlalu keras.
Meski begitu, Anwar yakin presiden Jokowi adalah orang yang kebal terhadap kritikan.
“Tadi saya diingatkan Pak Jokowi, 'Pak Anwar Abbas, ngomong-nya jangan keras-keras, Pak'. Apalagi tadi ketika bertemu dengan Menteri Agama, ya berapa teman langsung mengambil momen gitu kan,” ucapnya dalam sambutannya di acara Kongres Ekonomi Umat Islam II melalui siaran YouTube MUI.
“Saya rasa Pak Presiden sama Pak Menteri Agama adalah orang yang sudah kebal ya, bagi beliau kritik itu,” timpalnya.










