Petisi Dari Akademisi Untuk Jokowi, Tolak Peleburan Lembaga Riset ke BRIN

Petisi Dari Akademisi Untuk Jokowi, Tolak Peleburan Lembaga Riset ke BRIN

Fitri Wisneti

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sejumlah akademisi Indonesia, membuat petisi yang berisikan penolakan dan permintaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk membatalkan peleburan lembaga-lembaga penelitian ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Terhitung hingga Minggu, 9 Januari 2022 pukul 18.50, petisi yang dibuat di laman Change.org tersebut sudah ditandatangani sebanyak 3.998 orang.

Narasi Institute, selalu inisiator dari petisi ini menolak rencana Presiden Jokowi, untuk meleburkan beberapa lembaga riset mandiri menjadi ke dalam BRIN.

Mereka berpendapat bahwa kebijakan tersebut, dapat menimbulkan persoalan baru, yang akan menjadi penghambat masa depan penelitian di Indonesia.

Salah satunya adalah mengenai Sumber Daya Manusia (SDM), yang hilang akibat aturan peleburan yang ada.

"Urusan peleburan lembaga terbentur dengan aturan birokratisasi peneliti, yang berujung pada tidak terekrutnya para peneliti terbaik di lembaga tersebut. Padahal mereka adalah peneliti teruji yang berpendidikan S3, S2 dan S1," ujar Achmad Hidayat perwakilan Narasi Institute, ketika dikonfirmasi, yang dikutip dari CNN Indonesia pada Minggu, 9 Januari 2022.

Hidayat juga menuturkan bahwa nantinya akan banyak orang-orang yang tadinya bekerja di lembaga-lembaga riset menjadi tersingkirkan, karena mereka hanya berstatus sebagai peneliti kontrak.

Padahal walaupun hanya peneliti kontrak, banyak dari mereka yang sudah mendapatkan penghargaan dari negara.

Ia juga memperkirakan dengan adanya peraturan baru ini, kurang lebih sebanyak 1.500-1.600 peneliti Non-PNS dari 38 lembaga yang akan tersingkirkan dalam proses peleburan tersebut.

Mereka mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan rencana peleburan tersebut, dan menjadikan BRIN sebagai koordinator riset di Indonesia.

"Kami Aliansi Anak Bangsa Peduli Riset dan Kemajuan Bangsa merasa prihatin terhadap langkah peleburan lembaga tersebut. BRIN tidak perlu meleburkan berbagai lembaga riset yang ada," jelasnya.

Petisi ini juga menyertakan beberapa tokoh nasional, cendekiawan hingga para peneliti terkemuka seperti Azyumardi Azra, Didin S Damanhuri, Sofian Effendi (Eks Rektor UGM dan Ketua Komisi ASN), Franz Magnis Suseno.

Kemudian Taufik Abdullah, Busyro Muqaddas (eks Ketua KPK), Muhammad Said Didu, Dr Fadhil Hasan, dan Dr Connie Bakrie.