Peringati Hari Lahir Pancasila, Yerry Tawalujan ke Kader Perindo: Perjuangkan Keadilan Sosial yang Lemah Perlu Ditopang!

Peringati Hari Lahir Pancasila, Yerry Tawalujan ke Kader Perindo: Perjuangkan Keadilan Sosial yang Lemah Perlu Ditopang!

SW
St. Wahidayani

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Peringati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2022 Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat, Yerry Tawalujan, menyerukan seluruh kader Perindo memperjuangkan keadilan sosial sebagai bentuk pengamalan Pancasila.

Diketahui hal tersebut Yerry lantaran bukan hanya sekadar diperingati saja. Tapi yang terpenting adalah pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan kebijakan publik dan kehidupan sehari-hari.

"Sebagai panduan hidup dan ideologi bangsa, Pancasila itu sudah lengkap. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial adalah inti dari lima sila Pancasila," kata Yerry.

Selain dari itu, dalam keterangannya, Yerry bahkan menyebutkan ketaatan keberagamaan direkat dengan nilai kemanusiaan yang beradab.

"Ketaatan keberagamaan kita direkat dengan nilai kemanusiaan yang beradab, masyarakat beradab, disatukan dalam persatuan Indonesia, bangsa yang dijalankan secara demokratis lewat permusyawaratan, dengan tujuan terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat," tambahnya. Dikutip dari Sindonews, Rabu, 1 Juni 2022.

Itu sebabnya lanjut Yerry, Partai Perindo komitmen untuk memperjuangkan implementasi keadilan sosial.

Khususnya keberpihakan pada rakyat kecil agar terjadi kesetaraan kesejahteraan hidup.

"Mengapa partai kami konsisten membantu rakyat kecil lewat program-program sosial dan pemberdayaan UMKM? Karena kami komitmen untuk memperjuangkan keadilan sosial. Yang kecil perlu dibantu," tuturnya.

Lanjut "Yang lemah perlu ditopang. Kami serukan seluruh anggota-anggota legislatif dan semua kader Perindo untuk konsisten memperjuangkan keadilan sosial lewat keberpihakan kepada rakyat kecil di seluruh Indonesia," tandas Yerry.