Peran NATO dalam Perang Rusia-Ukraina hari ini?

Peran NATO dalam Perang Rusia-Ukraina hari ini?

Marifatullah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Membahas berita terkini tentang situasi perang Rusia dan Ukraina, banyak pihak yang mempertanyakan terkait posisi dan peran NATO dalam konflik tersebut.

Pertama, kita mesti mengetahui apa itu NATO ? dan sejauh mana peran organisasi ini di dunia internasional.

Nah, sebelum membincang perannya dalam konflik Rusia-Ukraina hari ini. Kita bahas sedikit beberapa fakta invasi Amerika yang terjadi pasca perang dunia ke-2.

Dunia internasional saat ini sangat asyik memainkan media sebagai propaganda dalam perang Rusia-Ukraina, seperti halnya peran NATO dalam hal ini sebenarnya apa ?

Mari kita ingat tentang invasi Amerika ke beberapa negara seperti, Iraq yang akhirnya membuat presiden Saddam Husein akhirnya dihukum mati atas tuduhan NATO terhadap Iraq yang memiliki senjata pemusnah massal, namun tak terbukti setelah kematian Saddam Husein presiden Iraq tersebut.

Hal demikian pun terjadi di negara Libya yang akhirnya presiden Libya Muammar Qaddafi terbunuh ditangan demonstran yang tidak berperikemanusiaan, termasuk penyerangan Israel ke Palestina selama puluhan tahun yang membuat penderitaan bagi warga Palestina. Apakah hal ini semua hanyalah stategi geo politik Amerika, atau dalam hal ini NATO ?

Dilansir dari channel youtube Bossman Mardigu, Sabtu 18 Maret 2022 tentang sejarah NATO dan bagaimana NATO bekerja sebagai tool kekuatan hegemoni Amerika dan sekutunya.

"NATO Organisasi Pertahanan Atlantik Utara, dibentuk pada 1949 dengan tujuan utama untuk mencegah ancaman ekspansi Soviet di Eropa setelah perang dunia II. Setelah itu, Amerika memandangnya sebagai alat untuk mencegah kebangkitan tendensi nasionalis di Eropa dan untuk mendorong integrasi politik di benua tersebut".

"Pada intinya, Organisasi ini berperan sebagai Aliansi Keamanan Kolektif dengan tujuan memberikan pertahanan bersama melalui sarana militer dan politik jika negara anggotanya terancam oleh negara eksternal".
Akibat kebutuntuan konflik perbatasan antara Rusia dan Ukraina, Ukraina semakin berambisi bergabung dengan Aliansi NATO. Namun, bagi Rusia, gagasan itu merupakan "GARIS MERAH", ini alarm tanda bahaya nyala.

Peran NATO dalam Perang Rusia-Ukraina hari ini?

Disisi lain, setelah hancurnya Soviet, ada sejumlah bekas anggotanya yang kemudian merapat ke NATO. Aliansi ini juga berisi belasan bekas anggota Pakta Warsawa dulu yang dibentuk untuk menandingi NATO.

Pada bulan Maret 1999, tiga negara Eropa Timur bergabung dengan Pakta Pertahanan NATO, yaitu Polandia, Ceko, dan Hongaria. Ketiga negara ini dulunya adalah anggota Pakta Warsawa yang dikendalikan oleh Uni Soviet.

Tapi perluasan NATO tidak berhenti pada tiga negara itu. Tahun 2004, tiga negara Baltik: Estonia, Latvia, dan Lithuania juga masuk NATO. Sebelumnya ketiga negara ini termasuk kawasan Uni Soviet. Ketika Uni Soviet bubar, ketiga negara kecil itu langsung menyatakan kemerdekaannya.

Masih ada empat negara Eropa Timur lain yang bergabung dengan NATO tahun 2004, yaitu Bulgaria, Rumania, dan Slovakia. Lalu, tahun 2009, Albania dan Kroasia juga memutuskan masuk NATO. Artinya, hanya dalam kurun waktu 15 tahun, ada 12 negara Eropa Timur yang dulu berada dibawah pengaruh Uni Soviet dan akhirnya bergabung dengan Pakta Pertahanan Aliansi Barat NATO.

Penjelasan diatas sebagaimana dikutip dari channel youtube Bossman Mardigu, tentu dengan sangat jelas memberikan gambaran tentang awal mula konflik Rusia-Ukraina dalam pengaruh NATO.

Kita tentu berpikir bagaimana peran NATO atau Nort Atlantik Treaty Organization yang merupakan sebuah organisasi internasional pertahanan atau dalam tanda kutip disebut organisasi keamanan dunia, dimana posisi NATO menuai banyak kontorversi atas keberpihakannya yang cenderung tidak netral.

Pada dasarnya, latar belakang masalah perang ini akibat dari perluasan wilayah Aliansi pertahanan NATO hingga keperbatasan Rusia, dianggap sebagai tindakan geo-politik NATO sebagai ancaman bagi pertahanan dan kemanan negara Rusia.

Hal inilah yang membuat Rusia segera mengambil tindakan tegas melakukan Operasi Militer ke Ukraina dalam mengantisipasi ancaman tersebut.

Perluasan aliansi militer oleh NATO menjadi sebuah pertanyaan besar dunia internasional mengingat konflik pada masa perang dunia ke II, yang melibatkan negara-negara besar seperti persaingan antara Uni Soviet dan anggota NATO kala itu.

Pendahulu Putin, Boris Yeltsin juga dulu sudah mengingatkan bahwa perluasan NATO ke timur akan menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi Rusia. Kalangan politik dan sebagian besar warga Rusia sampai saat ini masih khawatir negaranya (Rusia) "dikepung oleh barat", dilansir dari channel youtube Bossman Mardigu, Jum'at 18 Maret 2022.

Peran NATO masih sangat hangat diperbincangkan oleh dunia internasional, jika ditinjau dari sejarahnya, sepertinya peperangan ini diakibatkan oleh strategi Geo Politik NATO atas Rusia melalui tindakan penguasaan oleh beberapa negara bekas Uni Soviet terutama Ukraina yang dianggap akan mengancam keamanan dan pertahanan Rusia.