Terkini.id, Jakarta - Sosok pengusaha bernama Robert Priantono Bonosusatya menjadi perbincangan publik setelah namanya disebut sebagai penyedia jet pribadi untuk Brigjen Hendra Kurniawan ketika terbang ke Jambi menemui keluarga Brigadir J alias Brigadir Yoshua.
Mendengar namanya disangkutpautkan dengan kasus Ferdy Sambo, Robert Priantono Bonosusatya membantah tudingan tersebut.
“Berita itu tidak bener,” ujar Robert Priantono Bonosusatya, dikutip terkini.id dari kompas.com, Kamis 22 September 2022.
Ketika ditanya apakah dirinya ingin menempuh jalur hukum karena namanya terseret dalam kasus Ferdy Sambo, dirinya mengaku masih mempertimbangkannya.
“Lagi berpikir dulu. Apa ada gunanya,” kata Robert Priantono Bonosusatya.
Pemberitaan mengenai sosok pengusaha yang memfasilitasi jet pribadi untuk Brigjen Hendra Kurniawan ini dimulai dari ucapan ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso.
Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan ada pengusaha dengan inisial RBT dan YS yang menyediakan jet pribadi kepada Brigjen Hendra Kurniawan.
Lebih lanjut, Sugeng Teguh Santoso mengatakan sosok RBT ini diduga adalah Robert Priantono Bonosusatya.
Lalu Sugeng Teguh Santoso juga mencurigai bahwa pengusaha Robert Priantono Bonosusatya dan YS merupakan bagian dari Konsorsium 303.
Konsorsium 303 ialah sebuah kelompok yang diduga sebagai sarana untuk mengelola kegiatan judi online yang melibatkan tersangka utama pembunuhan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo.
Oleh karena itu, IPW meminta kepada Tim Khusus bentukan Kapolri Listyo Sigit untuk menyelidiki lebih mendalam terkait jet pribadi yang dipakai oleh Brigjen Hendra Kurniawan.
"Brigjen Pol Hendra Kurniawan diketahui pada tanggal 11 Juli 2022, diperintah atasannya Irjen Ferdy Sambo, yang saat itu Kadiv Propam Mabes Polri ke Jambi menemui keluarga Brigadir Yosua guna memberikan penjelasan atas kematian ajudannya tersebut,” tutur Sugeng Teguh Santoso.
“Mantan Karo Paminal Divpropam Polri itu bersama-sama Kombes Pol Agus Nurpatria, Kombes Pol Susanto, AKP Rifazal Samual Bripd Fernanda, Briptu Sigit, Briptu Putu dan Briptu Mika menggunakan private jet yang menurut pengacara Kamaruddin Simanjuntak sebagai milik seorang mafia berinisial RBT,” lanjut Sugeng Teguh Santoso.
Selain persoalan mengenai jet pribadi, Sugeng Teguh Santoso berharap Polri memeriksa hasil temuan PPATK tentang dana transaksi senilai Rp155 triliun yang berasal dari judi online dan melibatkan petinggi kepolisian Indonesia.
“Lantaran, selain RBT, nama YS, muncul dalam struktur organisasi Kaisar Sambo dan Konsorsium 303, sebagai Bos Konsorsium Judi Wilayah Jakarta,” ucap Sugeng Teguh Santoso.
Nama Robert Priantono Bonosusatya sudah dikantongi oleh IPW sebagai Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia yang beralamat di Jl Gunawarman, Jakarta Selatan.
Sugeng Teguh Santoso menyatakan nama Robert Priantono Bonosusatya sudah pernah dilaporkan dan diberikan kepada Tim Satgasus Merah Putri Polri oleh mantan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.
“Satgasus Merah Putih yang selama ini sigap memburu bandar narkoba, tapi impoten dalam memberangus bandar judi online,” ungkap Sugeng Teguh Santoso.










