Terkini.id, Makassar - Pada usia 68 tahun, pemilik Warkop Dottoro, H. Idrus Dg Naba menutup usia dan sekaligus meninggalkan kenangan dan cerita semasa perjalanan karirnya.
Juga warung kopi miliknya yang telah melekat sebagai tempat mengobati pelbagai persoalan dan hal-hal yang belum tuntas.
H. Naba meninggal pada Rabu, 1 Januari 2020 kemarin karena penyakit komplikasi. Jenazah Almarhum asal Irian itu dikebumikan di Sudiang setelah Zuhur, Kamis, 2 Januari 2020 hari ini.
Memang, Kondisi kesehatannya tak kunjung membaik dan cenderung menurut setelah Istrinya berpulang duluan pada bulan Juni 2019.
Sejumlah karangan bunga dengan pesan belasungkawa berbaris rapi di samping rumahnya.
"Almarhum terkenal baik dan suka memberi pada mereka yang membutuhkan," kata Ridwan, pelanggan warung kopi Dottoro di rumah duka, Jalan Tinumbu, Makassar, Kamis, 2 Januari 2019.
Dia mengaku sangat kehilangan terhadap sosok Almarhum yang terkenal ramah dan bersahabat terhadap semua orang. Ridwan mengatakan, di matanya H. Naba sangat mudah bergaul dan akrab dengan orang-orang.
"Terkenal baik dan pekerja keras pada pelanggan dan orang-orangnya," kata dia.
Sementara itu, anak keduanya, H. Nasir bercerita bahwa Warkop Dottoro merupakan satu-satunya di Kota Makassar kendati sudah berpindah lokasi selama tiga kali di area Jalan Tinumbu.
Dia mengatakan, ke depan, anak-anaknya bakal melanjutkan dan sekaligus mengembangkan usaha Almarhum.
Ia mengaku selalu mengingat pesan bapaknya agar mereka selalu hidup akur sebagai saudara.
"Sebagai saudara jangan pernah ada yang bertengkar, harus rukun," kata dia mengulang pesan bapaknya.
Dia mengatakan, setiap ada pergantian Kapolda di Sulsel pasti berkunjung Warkop Dottoro terlebih dahulu. Seingatnya, peristiwa tersebut selalu terulang.
Terkini.id pun berkesempatan mengunjungi dan memotret beberapa gambar Almarhum dan beberapa Kapolda yang tergantung di sisi kiri atas Warkop Dottoro.
Tak luput, H. Nasir juga berkisah perihal asal mula penamaan kata 'Dottoro' pada pada warkop milik bapaknya.
"Dulu bapak sering pakai baju putih, dan baju putih pada saat itu identik dengan kata dokter, sehingga orang-orang menyebutnya 'Dottoro' (bahasa Makassar dari kata Dokter)
Seiring perjalanan bisnis H. Naba, santer orang-orang pun percaya bahwa saat sakit kepala atau dalam keadaan kacau maka obatnya ke Warkop Dottoro.
"Pasti akan sembuh sakit kepalanya, dan memang kenyataan setelah minum kopi di sini rasa sakit kepalanya langsung hilang," ungkapnya.
Kini, nama Dottoro lantas merambah ke nama komunitas motor NMAX yang digagas oleh anaknya.
Sebagai seorang perantau di Kota Makassar, H. Naba pertama kali bekerja sebagai buruh pelabuhan. Perjumpaannya dengan dunia kopi datang dari seorang penjual kopi yang meminta Almarhum menggantikan dirinya.
"Dia minta bapak menggantikan dia, lalu bapak mengembangkannya hingga terkenal seperti saat ini," pungkasnya.










