Pemerintah AS Selidiki Penyakit Misterius di Gedung Putih

Pemerintah AS Selidiki Penyakit Misterius di Gedung Putih

R
Surti Risanti
Redaksi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Internasional - Pihak Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki penyakit misterius yang telah menimpa dua orang pejabat di Gedung Putih sekitar November lalu.

"Pejabat yang terkena penyakit tersebut adalah Dewan Keamanan Nasional/National Security Council (NSC)," sebut CNN Indonesia yang dikutip pada hari Senin, 17 Mei 2021.

Salah satu dari mereka terkena penyakit tersebut sehari setelah pemilihan presiden AS, dan yang satunya lagi terjangkit seminggu setelahnya.

Pejabat NSC pertama mengalami sindrom aneh setelah melewati gerbang kantornya yang tidak dijaga dekat Ellipse.

Adapun gejala yang dirasakan olehnya seperti susah tidur yang berangsur-angsur selama sepekan.

Pejabat kedua mengidap hal serupa bahkan sampai harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapat penanganan medis.

Gangguan dari penyakit tersebut hampir mengenai suatu titik yang sama yaitu gangguan sensorik saraf dan gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan.

Adapun sindrom tersebut juga menimpa lebih dari 100 diplomat, mata-mata, dan pasukan AS diseluruh dunia sejak lima tahun terakhir.

Penyakit misterius tersebut dikenal dengan nama 'Sindrom Havana'.

Para korban yang mengidap sindrom ini mengalami sakit vertigo secara tiba-tiba dan tekanan kepala.

Pada beberapa kasus para korban merasakan suara tajam yang menusuk pendengaran.

Selama lima tahun penyakit ini terus menghantui, pemerintah AS kesulitan dalam mengungkapkan sindrom aneh tersebut.

"Rata-rata mereka yang terserang penyakit ini adalah diplomat atau pekerja perusahaan AS di Kuba, Rusia, China, dan beberapa negara llainnya," tulis CNN Indonesia.

Komunitas intelijen AS yang menangani penyakit misterius ini masih belum yakin dengan penyakit saraf aneh tersebut dan sindrom itu dapat dianggap sebagai bentuk "serangan" atau tidak.

Komunitas intelijen AS bahkan masih memperdebatkan sumber maupun teknologi yang memicu gejala-gejala tersebut timbul.

Pihak kongres dan keluarga korban terus mendesak dilakukan penyelidikan.

Pemerintahan presiden Joe Biden menggencarkan penyelidikan untuk mengidentifikasi penyebab penyakit misterius tersebut.

Juru bicara Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menyatakan menganggap penyakit ini merupakan insiden kesehatan yang tidak wajar.

Pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan meningkatkan pengumpulan data untuk mencegah hal serupa terjadi lagi.