Terkini.id, Makassar – Pengumuman pemenang tender proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar kembali mengalami penundaan. Awalnya, pengumuman direncanakan pada tanggal 28 Juni 2023, namun lantaran ada cuti bersama Hari Raya Iduladha 1444 Hijriah, jadwal tersebut dipindahkan menjadi tanggal 7 Juli.
Namun, setelah mempertimbangkan beberapa faktor, tanggal pengumuman akhirnya ditetapkan pada 14 Juli 2023.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Muhammad Ansar, mengungkapkan pengumuman pemenang tender proyek PSEL ditunda karena adanya kehati-hatian dalam penentuan pemenang tender.
Menurutnya, proyek ini merupakan hal baru bagi Kota Makassar, meskipun beberapa daerah di Indonesia telah memiliki proyek serupa.
Ansar menuturkan pihaknya telah melakukan kunjungan ke beberapa lokasi untuk mempertimbangkan berbagai masalah yang ada, termasuk penolakan dari masyarakat terkait rencana pemilihan lokasi PSEL di wilayah mereka. Oleh karena itu, keputusan yang telah diambil dianggap sebagai yang terbaik.
"Kita akan berkonsultasi dengan pihak-pihak terkait. Pengumuman ditunda karena adanya pertimbangan hati-hati yang kami pegang," kata Ansar, Selasa, 4 Juli 2023.
Setelah pengumuman pemenang tender proyek PSEL, tahap selanjutnya adalah masa sanggah hasil tender selama lima hari mulai tanggal 15-19 Juli 2023. Setelah masa sanggah, tahapan berikutnya adalah penerbitan surat penunjukkan pemenang tender pada tanggal 20-27 Juli 2023.
Tahap terakhir adalah penandatanganan Perjanjian KSPI yang akan dilakukan pada tanggal 28 Juli - 4 Agustus 2023.
Ketua Panitia Lelang Investasi PSEL, Bau Asseng menuturkan tahap seleksi sebelumnya telah menghasilkan tiga calon investor terbaik pada 22 Mei 2023 lalu.
Informasi mengenai pengumuman tersebut dapat ditemukan di laman website resmi makassarkota.go.id, sesuai dengan surat Pemberitahuan Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran Pemilihan Mitra KSPI-PSEL Nomor: 060/Pamil-PSEL/MKS/IV/2023.
Ketiga calon investor yang masuk dalam tiga besar proyek PSEL ini adalah konsorsium 4 dengan peringkat pertama dan skor 83.20, konsorsium 2 dengan peringkat kedua dan skor 74.31, serta konsorsium 3 dengan peringkat ketiga dan skor 67.10.
“Semua investor berasal dari Cina,” kata Bau Asseng.
Ia mengatakan alasan di balik penundaan tersebut adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi konsultasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kejaksaan Negeri (Kejari), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kementerian Hukum dan HAM, serta Kepolisian Daerah (Polda).
“Hal ini dilakukan agar pengerjaan proyek PSEL dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah di masa depan,” tuturnya.
Bau Asseng berharap dengan rentang waktu yang lebih panjang ini, panitia dapat lebih siap dalam menentukan pemenang tender proyek PSEL.
"Dengan waktu yang kami ambil yang cukup lama, kami berharap pada tanggal 14 Juli nanti, pengumuman dapat dilakukan. Waktu yang cukup panjang ini memberikan kesempatan kepada kami untuk lebih siap dalam menentukan hal ini," ujar Bau Asseng.
Proyek PSEL Makassar Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Ferdy Mochtar, menjelaskan proyek PSEL merupakan salah satu proyek strategis nasional, ditargetkan selesai akhir tahun ini.
Setelah pemenang tender ditetapkan, ground breaking PSEL di Kota Makassar diharapkan dapat dilaksanakan enam bulan setelahnya.
"Dokumen yang ditawarkan kepada investor memiliki target agar dalam waktu enam bulan setelah kontrak kerja sama ditandatangani, paling lambat pada bulan Desember, proses ground breaking PSEL di Kota Makassar sudah dapat dilakukan," ujar Ferdy.
Meskipun pengumuman pemenang tender mengalami penundaan, Ferdy mengungkapkan upaya terus dilakukan untuk tetap mengejar target tersebut agar investor mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, khususnya melalui Bantuan Langsung Pemerintah Swasta (BLPS) fisik dan memenuhi persyaratan pemilihan listrik sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
"Pada saat pemerintahan Jokowi ini, mereka sudah diakui oleh negara bahwa PSEL sudah berjalan sehingga mendapat dukungan APBN dari pusat," kata Ferdy.










