Terkini, Makassar - Satu dari tiga pelaku penganiayaan Driver Ojol di Makassar, Rusdamdiansyah alias Dandi, diketahui masih di bawah umur bahkan masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Seperti diketahui, Dandi sebelumnya tewas setelah dikeroyok di Jalan Urip Sumoharjo Makassar, saat kerusuhan berujung demo pada 28 Agustus 2025 lalu. Dandi dikeroyok karena dikira intel.
Hingga kemarin, Rabu 11 September 2025, polisi diketahui menetapkan 3 tersangka kasus pengeroyokan, dan kemungkinan masih bisa bertambah, karena ada ribuang orang yang berada di lokasi kejadian.

"Kami diberitahu pelakunya sudah ditangkap 3 orang semalam, dan pelakunya katanya satu masih SD. Kami juga dapat info kalau itu dibebaskan," ungkap sepupu almarhum Dandi, Rusni, saat ditemui di Halaman Mapolres Makassar,11 September 2025.
Rusni ikut hadir saat Menteri Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra melakukan konferensi pers dengan para awak media. Rusni ikut meminta langsung kepada Yusril agar pelaku ditindak tegas, dan meminta agar pelaku tidak diberikan fasilitas restorative justice.
"Pelakunya masih SD, dan keluarganya sama sekali belum pernah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Kami ke sini karena mau ketemu itu pelakunya, kenapa sampai mau menganiaya korban," ungkapnya.
Adapun Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyebutkan, pelaku yang terlibat pengeroyokan terus diusut kepolisian dan semua pelaku ditindak tegas.
"Terkait masalah anak-anak yang terlibat pengeroyokan, kami tetap akan tangani. Penahanannya memang tidak boleh di kantor polisi untuk anak-anak, tapi proses hukumnya tetap berjalan. Karena setiap orang yang berada di sini, penyidikan dan penyelidikan harus atas dasar praduga tak bersalah," ungkap dia.
Dia menjelaskan, pelaku penyeroyokan ada kemungkinan bertambah, karena ada ribuan orang yang berada di lokasi dan situasinya sangat crowded.
"Kita pastikan, kepada seluruh masyarakat di Kota Makassar, penanganan kami terhadap pelaku kerusuhan sangat serius. Pasti kami proses hukum," ungkap dia.
Dia menyebutkan, pelaku yang ditahan di Polrestabes Makassar ada 26 orang, dan pihaknya masih terus mencari benang merah kerusuhan tersebut, dan jika ada aktor intelektual, pasti akan dikejar.










