PBNU Dipimpin Kader HMI, KAHMI Lukman Hakiem Jelaskan HMI Didirikan Oleh NU

PBNU Dipimpin Kader HMI, KAHMI Lukman Hakiem Jelaskan HMI Didirikan Oleh NU

Muh Ikhsan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Aktivis HMI era 70-an, Lukman Hakiem, menanggapi narasi HMI adalah organisasi kontra NU, terlebih setelah terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf sebagai pimpinan PBNU.

Diketahui, KH Yahya Cholil Staquf adalah kader HMI yang saat ini menjadi petinggi di PBNU.

Dalam video yang diunggah pada YouTube Hersubeno Point, Lukman menjelaskan HMI berdiri oleh tokoh NU sendiri.

“Kalau menurut keterangan Profesor Agus Salim, itu di antara para pendiri HMI ada 15 orang, itu di antaranya NU. Jadi sama sekali buat kader HMI itu nggak masalah,” ujar Lukman sebagaimana diunggah YouTube Hersubeno Arief pada Minggu 26 Desember 2021.

Bahkan, menurutnya, pada masanya dulu HMI seringkali ribut dengan GMNI. Bukan organisasi PMII.

“Itu sering sekali ribut HMI dengan GMNI. Tapi saya menyelesaikannya tenang saja. Saya temui ketua GMNI Sutiyoso, lalu saya ajak dia boncengan motor, keliling kampus yang lagi ribut itu (HMI dan GMNI).”

“Jadi mereka melihat ketua HMI dan ketua GMNI berboncengan, ya udah selesai,” ujar Lukman.

Lebih lanjut, Lukman juga mengatakan bahwa saat HMI direncakan akan dibubarkan oleh Presiden Soekarno, Menteri Agama Saifuddin Zuhri menjadi tameng hidup yang membela dengan keras.

Untuk diketahui, Saifuddin Zuhri adalah tokoh NU yang saat itu menjabat sebagai Menteri Agama pada era Presiden Soekarno.

“Beliau yang pertahankan. Sampai Bung Karno ngomong begini, ‘loh kyai, kan kalau HMI dibubarkan, NU kan diuntungkan’ begitu.”

“Loh nda, kata Pak Saifuddin, karena bagaimanapun HMI itu anak kami,” tutur Lukman menceritakan.

Menurut Lukman, HMI itu hanya wadah aktualisasi kader untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Maka ketika selesai dikader, maka giliran kader tersebut yang melakukan aktualisasi dirinya.

“Tujuan HMI itu kan, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah Swt.”

“Gus Yahya kan nggak pernah diprogram oleh HMI nanti ini jadi ketua PBNU, enggak ada. Pokoknya jalan aja. Sesuai potensi masing-masing,” tutur Lukmah Hakiem.