Pasca Militer Amerika Hengkang dari Afghanistan, 20.000 Warga Ajukan Visa Khusus AS

Pasca Militer Amerika Hengkang dari Afghanistan, 20.000 Warga Ajukan Visa Khusus AS

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Kabul - Pasca militer Amerika hengkang dari Afghanistan, 20.000 warga ajukan visa khusus AS. Pasca Militer Amerika Serikat (AS) hengkang atau angkat kaki dari Afghanistan, 20 ribu warga di sana mengajukan wisa khusus AS. Dilaporkan, sekitar 20 ribu warga Afghanistan tersebut merupakan warga yang bekerja dengan AS atau mitranya selama operasi militer berlangsung di Kabul. Adapun permohonan visa itu merupakan visa bagi imigran khusus. Visa itu memungkinkan mereka dan keluarganya bisa tinggal di AS.

Kendati demikian, angka tersebut tidak termasuk anggota keluarga. Nantinya, permohonan visa bagi anggota keluarga juga akan diproses.

“Sekitar setengah dari pelamar telah melengkapi dokumen yang diperlukan untuk melanjutkan proses,” terang juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat 16 Juli 2021.

Setelah proses pemeriksaan keamanan selesai, seperti dilansir dari republika.co.id, Jumat 16 Juli 2021, pelamar yang memenuhi syarat akan dibawa ke pangkalan militer di AS untuk pemeriksaan medis. Sementara itu, para pelamar yang belum menyelesaikan pemeriksaan latar belakang akan dipindahkan dari Afghanistan ke pangkalan militer AS di luar negeri, atau ke negara ketiga.

“Mereka akan ditempatkan dengan aman sampai pemrosesan visa mereka selesai, dan mereka dapat dipindahkan ke Amerika Serikat,” ungkap Psaki.

Gedung Putih mengatakan, AS menjamin dan memastikan warga Afghanistan yang mengajukan aplikasi visa khusus akan diperlakukan secara manusiawi. AS mengumumkan peluncuran Operation Allies Refuge, yang akan merelokasi warga negara Afghanistan dan keluarga mereka pada minggu terakhir Juli 2021.

Presiden AS Joe Biden sendiri telah berjanji untuk memastikan keamanan bagi orang-orang yang membantu AS selama operasi militer di Afghanistan. Warga Afghanistan yang membantu AS selama operasi di Kabul bekerja sebagai penerjemah dan juru bahasa.

Hingga saat ini, penarikan pasukan asing telah berlangsung dan 95 persen selesai. Salah satu penarikan terbesar berlangsung awal pekan ini, saat Jenderal Scott Miller yang merupakan komandan tertinggi AS di Afghanistan, meninggalkan komandonya.

Sementara itu, PBB telah menyatakan keprihatinannya dengan jumlah pelanggaran hak asasi manusia serius yang dilaporkan di Afghanistan. Itu juga termasuk dugaan pelanggaran di komunitas yang paling terkena dampak serangan militer yang sedang berlangsung di seluruh wilayah negeri.