Pakar Bule Ini Imbau Masyarakat Tak Usah Panik soal Corona Varian C.1.2

Pakar Bule Ini Imbau Masyarakat Tak Usah Panik soal Corona Varian C.1.2

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pakar bule ini imbau masyarakat tak usah panik soal corona varian C.1.2. Virolog Prof Ian M Mackay mengimbau agar masyarakat dunia saat ini tidak perlu khawatir terhadap virus corona alias Covid-19 bernama varian C.1.2 yang ditemukan di Afrika Selatan.

Pasanya, guru besar mitra dari luar negeri di Fakultas Kedokteran University of Queensland, Australia itu mengatakan, varian Covid-19 C.1.2 memang menjadi perhatian. Kendati demikian, ia menjelaskan para peneliti belum bisa memahami secara utuh bagaimana mutasi itu mempengaruhi infeksi.

“Masih terlalu dini untuk memaparkan bagaimana varian ini akan mempengaruhi manusia ketimbang varian lain. Tidak perlu panik, varian itu tidak menyebar luas,” terang Mackay seperti dilansir dari Science Alert via CNNIndonesia, Kamis 2 September 2021.

Mackay sendiri mengatakan, varian C.1.2 agak berbeda dari percabangan genetik Covid-19 varian Lambda yang ditemukan di Peru. Menurutnya, para peneliti masih belum bisa memperkirakan dampak dari varian C.1.2.

“Kami harus melihat bagaimana dampak sejumlah varian virus Covid-19 terhadap manusia agar dapat memahami apakah virus ini lebih cepat menular, menyebabkan gejala yang lebih berat atau kebal dari imunitas orang yang sudah divaksin dibandingkan varian lain,” bebernya.

Menurut Mackay, saat ini para peneliti terus mengamati penyebaran varian C.1.2 itu. Ia menjelaskan, mutasi virus adalah hal wajar dan virus itu ‘tidak harus bersaing satu dengan lainnya’ dalam hal penyebaran.

“Varian Delta memang masih merajai saat ini, jadi kita harus tetap mengawasi varian C.1.2 jika mulai mengimbangi varian Delta. Jadi sangat penting buat mengawasi varian itu saat mulai menyebar,” imbuhnya.

Menurut Mackay, cara terbaik untuk menghindari infeksi Covid-19 dengan berbagai macam varian adalah dengan mengikuti vaksinasi sesegera mungkin. Hal it dilakukan guna mencegah orang-orang tertular dan menularkan kepada warga lain.

“Bukan berarti hal itu (vaksinasi) akan menekan risiko hingga nihil dan menjamin tidak akan ada varian lain. Mutasi terjadi karena ada kesempatan dan kepada satu orang,” jelasnya.

Mackay menambahkan, mutasi virus bisa menyebar di antara orang-orang yang sistem kekebalan tubuhnya bisa ditembus.

“Virus akan beradaptasi terhadap orang yang terinfeksi dan lolos kemudian muncul dalam bentuk mutasi baru,” tutup Mackay seperti dilansir The Conversation.