Optimalkan Pelayanan ke Pelanggan, PDAM Makassar Pasang Pipa Air Baku

Optimalkan Pelayanan ke Pelanggan, PDAM Makassar Pasang Pipa Air Baku

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar - Upaya tanpa henti dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan terus dilaksanakan oleh Manajemen PDAM Kota Makassr. Hal itu terlihat dari bentangan jaringan pipa distribusi yang terpasang di sekitar daerah Mallengkeri Makassar. Direktur Teknik PDAM Kota Makassar, Kartia Bado saat dihubungi via WhatsApp, Minggu, 26 Mei 2019 mengatakan, pemasangan pipa tersebut merupakan Jaringan Pipa Air Baku dari Intake Mallengkeri Ke IPA Maccini Sombala sepanjang 2.8 KM. Hal ini, kata dia, sengaja dilakukan karena sudah setahun Perbaikan Bendung Karet Sungai Jeneberang tidak kunjung dikerjakan sementara keluhan Pelanggan di daerah Barat dan Utara Kota sudah sangat mendesak. "Jaringan Pipa Air baku ini merupakan Investasi langsung PDAM yang artinya dibiayai sendiri karena kami tidak ingin masalahnya terus berlarut-larut dan tidak ada kepastian dari pihak Balai Besar Pompengan kapan perbaikan dilaksanakan," ujarnya. Sebagaimana kita ketahui daerah yang sangat merasakan dampak penurunan produksi dan supply sejak April 2018 adalah sekitar kawasan Deppasawi, Jalan Nuri, Dahlia, dan Sepanjang GMTD. "Paling parah di cluster, Samalona, Gunung Agung, Taman Metropolitan, Orchad Park, Orchid sampai ke Gontang), Begitupun halnya ke Utara Kota Sekitar Sabutung, Barukang, Cambayya, Galangan Kapal dan Sultan Abdullah," ujar Kartia Bado. Untuk Rencana penyelesaian, Kartia menambahkan bahwa progresnya sudah 80%, hanya saja ada lokasi yang menyebabkan pekerjaan terhambat karena ada warga yang melarang lokasinya dilewati pipa. "Jadi sementara terus diadakan pendekatan dan negosiasi. Semoga paling tidak Bulan Juli 2019 sudah bisa Running untuk uji coba," terangnya. "Harapan kita Insha Allah kalau pekerjaan ini berjalan sukses sesuai waktu yang direncanakan, maka supply air ke kawasan diatas akan normal kembali karena produksi kami sudah bisa dimaksimalkan sampai 285-300 l/s yang saat ini hanya maksimal 140 l/s," sambungnya.

Pengaduan dan komplain

Sementara itu, Humas PDAM, Idris Tahir saat dihubungi secara terpisah mengatakan, selama ini yang menerima pengaduan dan komplain adalah PDAM. "Padahal kami ini hanya operator saja yang mengelola berapapun air yang masuk ke Instalasi, adapun soal ketersediaan air baku bukan kewenangan kami," kata Idris. "Tapi tidak masalah yang penting kami terus jelaskan kepada pelanggan soal masalah ini dan alhamdulillah bisa mereka mengerti. Kalau soal kekurangan supply kami biasanya mengantarkan mobil tangki kepada pelanggan yang membutuhkan," tutupnya.