Non-Muslim yang Baik Tetap Akan Masuk Neraka, Dimana Keadilan Allah? Begini Penjelasan UAH

Non-Muslim yang Baik Tetap Akan Masuk Neraka, Dimana Keadilan Allah? Begini Penjelasan UAH

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ustaz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan terkait pernyataan mengapa Muslim yang berbuat maksiat di dunia tetap bisa masuk surga tetapi Non-Muslim yang baik akan masuk neraka.

Atas pertanyaan yang membingungkan tersebut, banyak yang mempertanyakan kembali, di mana letak keadilan Allah SWT yang selalu diagungkan.

Melansir Poskota, Senin, 11 Oktober 2021, Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa pertanyaan seperti itu sebenarnya sangat telat karena sudah sejak 15 abad yang lalu sudah ada pertanyaan yang sama persis terkait hal tersebut.

Diceritakan, pada 15 abad yang lalu istri dari Nabi Muhammad, Sayyidah Aisyah bertanya kepada suaminya tentang seseorang yang belum beriman tapi suka membantu semasa hidupnya.

Istri Nabi kemudian bertanya, apakah orang seperti itu bisa masuk surga atau sudah dapat dipastikan masuk ke dalam neraka?

"Anda tahu, begitu pertanyaan itu muncul yang turun langsung surah dengan namanya ‘Al-Furqan’ ayat yang ke-23,” ucap Ustaz Adi Hidayat, dikutip dari kanal YouTube Audio Dakwah.

"Kalau Anda enggak belajar isi-isi di Al-Quran, kadang-kadang tuh logika semacam ini kalau logika kita lemah bisa langsung jatuh seketika dan ketika jatuh pada titik nol jadi mudah diarahkan kemanapun," jelasnya.

Ustaz Adi Hidayat lantas memberikan penjelasan atau sebuah gambaran singkat dari makna Surat Al-Furqan ayat ke-23.

Ia memberikan perbandingan antara dunia dan juga akhirat.

Ketika seorang manusia meninggal dunia, maka semua hukum serta aturan yang ada di dunia, bekal-bekalnya akan ditinggalkan ketika wafat.

"Apa yang dibawa ketika seseorang meninggal bukan bekal dunianya dan apa yang dibawa ke akhirat? Yang dibawa itu bekal amal akhirat, bukan dunia," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan kalau sebenarnya kunci dari seseorang bisa masuk surga atau neraka dilihat dari bekal akhirat yang setiap manusia bawa.

Bekal akhirat yang dimaksud di sini ialah iman dan juga amal saleh, jika salah satu dari kedua itu tidak bisa dibawa maka pintu surga bisa tertutup bagi orang tersebut.

"Maka apabila Anda ingin masuk ke surga bekalnya cuman dua, satu apa? Iman, kedua apa? Amal saleh. Ini bekalnya," imbuh sang ustaz.

"Semua yang lahir membawa iman dalam dirinya, cuman yang merubah itu adalah lingkungannya. Lalu apa bentuknya amal saleh? Banyak, setiap kegiatan di dalam islam berpeluang jadi amal saleh kalau dilakukan dengan iman," sambungnya.