Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mengatakan bahwa jika keyakinan suatu umat memang melayang mengucapkan selamat Hari Natal, maka umat tersebut baiknya mematuhi.
Ia mengatakan bahwa umat Kristiani yang merayakan Natal pasti akan menghormati umat lain yang menjalankan keyakinannya tersebut.
“Jika keyakinanmu melarang untuk mengucapkan selamat Hari Natal pada umat Kristiani, maka lakukanlah sebab kaum Nasrani juga akan menghormati itu,” kata Nicho Silalahi, dikutip Terkini.id dari akun Twitter pribadinya, Selasa, 14 Desember 2021.
Nicho Silalahi lantas mengajak masyarakat untuk merawat toleransi dan semangat dalam memperjuangkan keadilan.
“Mari kita rawat toleransi hampir koyak ini dan tetap semangat berjuang mendapatkan keadilan bagi mereka yang dibantai aparat,” sambungnya.
Nicho Silalahi juga menyinggung bahwa toleransi bukanlah suatu hal yang digunakan untuk mengalihkan isu terkait pejabat korup.
Selain itu, menurutnya, toleransi juga bukan ditujukan untuk mengintervensi ritual keagamaan orang lain.
Baginya, toleransi adalah tetap saling menerima dan bersatu meski memiliki perbedaan dalam pilihan.
“Toleransi bukan dagangan untuk mengalihkan isu pejabat korup yang mengeruk keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat,” kata Nicho Silalahi.
“Toleransi itu tidak mengintervensi ritual keagamaan orang lain. Toleransi itu ibarat kamu minum teh aku minum kopi tapi kita duduk satu meja sambil bercerita,” sambungnya.
Sekedar informasi, belakangan kembali dijadikan perbincangan soal larangan kepada umat Islam untuk mengucapkan selamat Hari Natal kepada umat Kristiani.
Diberitakan Terkini.id sebelumnya, hal ini menjadi perbincangan usai Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara (MUI) mengeluarkan Taushiyah bahwa haram hukumnya bagi umat Islam mengucapkan selamat Natal.
Beberapa pihak mengambil sikap bertentangan dengan MUI Sumut. Salah satunya adalah Direktur Eksekutif Centre For Youth and Population Research, Dedek Prayudi yang mengaku akan tetap mengucapkan selamat Natal.
Ia menegaskan bahwa umat Kristiani adalah saudara sebangsa dan juga saudara dalam kemanusiaan.










