Netizen ke Pendeta Saifuddin: Heh 'Kafir' Jangan Terlalu Ikut Campur dalam Urusan Agama Kami!

Netizen ke Pendeta Saifuddin: Heh 'Kafir' Jangan Terlalu Ikut Campur dalam Urusan Agama Kami!

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Pendeta Saifuddin Ibrahim baru-baru ini membuat geger jagad maya. Pasalnya, dia terang-terangan meminta Menteri Agama untuk menghapus 300 ayat Al-Quran. Selain itu, dia juga menyebut jika Allah itu hanya mimpi nabi Muhammad.

Pernyataan Pendeta Saifuddin mengundang reaksi dari pengguna media sosial, pasalnya warganet menilai jika dia sudah terlalu ikut capur dalam urusan agama Islam.

Netizen dibuat geram dengan pernyataan Pendeta Saifuddin yang sudah terlalu jauh menjelek-jelekkan agama Islam dengan pernyataan-pernyataannya.

“Heh kafir (tulisan arab) jangan kau terlalu ikut campur dalam urusan agama kami”, cuit salah satu netizen, dikutip dari Twitter, Senin 14 Maret 2022.

Netizen ke Pendeta Saifuddin: Heh 'Kafir' Jangan Terlalu Ikut Campur dalam Urusan Agama Kami!
Screenshot cuitan netizen (Twitter).

Sebelumnya, beredar sebuah video yang memperlihatkan Pendeta Saifuddin mengkritik umat Islam di Indonesia, terkhusus yang melalukan demo penistaan agama.

Selain itu, dirinya juga mengakui jika pernah mendekam dibalik jeruji besi akibat kasus penistaan agama yang menjerat dirinya pada tahun 2017 silam.

Lebih lanjut, dia mengakui jika Allah itu tidak nyata dan tidak ada karena tidak ada bukti yang meunjukkan keberadaan Allah, sehingga dia berpendapat jika Allah hanyalah delusi Nabi Muhammad SAW.

“Belum ada dibuktikan bahwa Allah itu ada, Allah itu bagaimana, hanya menulis dalam facebokk saya Allah itu delusi Muhammad”, katanya Saifuddin, dikutip dari laman keuangannews.com .

Dia kemudian menjelaskan alasan mendasrnya sehingga menyampaikan hal tersebut, menurutnya orang Yahudi tidak menyembah Allah dan tidak mengenal Allah, hal itulah yang menjadi dasar bagi dirinya mengatakan hal tersebut.

“kenapa saya bilang begitu? Karena orang Yahudi tidak menyembah Allah, tidak mengenal Allah”, ujarnya menjelaskan.