Nadiem Makarim Sebut Guru di Indonesia Tidak Mampu Berkreasi karena Dikekang Sistem Pendidikan

Nadiem Makarim Sebut Guru di Indonesia Tidak Mampu Berkreasi karena Dikekang Sistem Pendidikan

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makariem menyebutkan jika ruang gerak guru di Indonesia sangat terbatas karena dikekang sistem pendidikan.

Nadiem mengatakan masalah ini tidak hanya terjadi di masa pandemi, tetapi telah terjadi puluhan tahun yang lalu.

Menurutnya, aturan seperti ini akan membawa dampak yang buruk terhadap murid karena banyaknya beban guru sehingga pemenuhan hak peserta didik terganggu.

"Guru-guru kita yang dikekang oleh kurikulum sehingga tidak leluasa untuk berkreasi, ditambah lagi tata kelola satuan pendidikan yang banyak sekali beban administrasinya, sehingga kepala sekolah sulit sekali untuk fokus pada pemenuhan kebutuhan murid,", kata Nadiem Makarim, dikutip dari laman Suara.com, Jumat 25 Februari 2022.

Nadiem mengatakan jika posisi Indonesia selalu berada jauh dibawah negara-negara lain dalam hal skor Hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) sejak 20 tahun terakhir.

Menyiasati ketertinggalan ini, Mendikbud Nadiem mengatakan jika pihaknya telah membuat sebuah kurikulum yang ia namakan Kurikulum Mardeka.

Dia menjelaskan jika Kurikulum Mardeka adalah bentuk penyederhanaan sistem pendidikan yang selama ini mengekang guru di Indonesia.

Lebih lanjut, ia mengatakan jika kurikulum ini disederhanakan dengan model kurikulum darurat atau kondisi khusus.

Dia menyebut kurikulum merdeka ini merupakan pilihan yang bisa digunakan sekolah, sementara kurikulum 2013 tetap bisa digunakan sesuai dengan kesiapan sekolah menerapkan kurikulum baru.

"Kurikulum merdeka baru saja kami luncurkan pada awal bulan ini, kalau sebelumnya semua sekolah di indonesia secara serentak harus menyesuaikan begitu ada kurikulum baru, sekarang kami memberikan kemerdekaan terkait penerapannya kepada sekolah, sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing," jelasnya.