Mulai Bandel? Ketum PBNU Larang Warga NU 'Capres-Capresan', PKB: Itu Panggilan dari Pengabdian!

Mulai Bandel? Ketum PBNU Larang Warga NU 'Capres-Capresan', PKB: Itu Panggilan dari Pengabdian!

Muh Ikhsan

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menegaskan bahwa kontestasi Pemilu 2024 adalah panggilan pengabdian.

Hal tersebut ditegaskan Jazil dalam Forum Rilis Survei Nasional bertema ‘Political Outlook: Meneropong Poros Koalisi Partai Politik’ pada Senin 27 Desember 2021.

Menurut Jazil, bagi NU ataupun PKB sebagai wadah politik warga Nahdliyyin berkipraj di politik pencapresan adalah satu panggilan daripada pengabdian.

“Bagi NU, bagi PKB bahwa politik atau presiden dan wakil presiden itu panggilan dari pengabdian.”

“Jadi tidak ada hubungannya memang NU secara organisasi dengan Pilpres,” ujar Jazilul dilansir dari Rmol.id Selasa 28 Desember 2021.

Jazilul mengatakan, memang tidak bisa disangkal ketika setiap hajatan politik selalu ada nuansa NU dari setiap figur yang berkontestasi.

“Setiap periode itu selalu ada yang berbau-bau NU dan itu bukan resmi bagian dari rekomendasi atau pekerjaan yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama,” terangnya.

Sebelumnya diketahui, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf sudah meminta agar jangan ada capres atau cawapres dari PBNU.

Dia bahkan akan menerapkan kebijakan agar Ketua Umum PBNU ke depan tidak ikut terlibat dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden.

Hal ini agar ke depan NU dapat kembali berperan sebagai penyangga sistem bagi keutuhan NKRI.

“Nahdlatul Ulama harus kembali sebagai penyangga sistem. Bahaya politik identitas ini sulit dicegah karena para politisi instan pasti akan selalu mencari sumber daya instan untuk mendapat dukungan.”

“Cara paling instan yang mudah didapat adalah dengan memainkan identitas, terutama agama. Ini bahaya,” tegas Gus Yahya beberapa waktu lalu.

Namun begitu, Jazil menafsirkan perinagatan Gus Yahya dalam konteks NU secara organisasi.

Jazil menyambut baik ketika Gus Yahya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU yang menegaskan NU tidak akan aktif bermain dalam kontestasi politik praktis Pilpres 2024.

“Saya memahami apa yang disampaikan oleh Gus Yahya setelah terpilih,”

“ini semacam ada pemurnian dalam konteks organisasi kepemimpinan di NU agar tidak terfokus pada urusan Pilpres, itu secara organisasi,” terang Jazilul.